PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pupuk Kaltim Raih Penghargaan AREA 2026, Pertegas Komitmen Bangun Ekonomi Inklusif

Home Berita Pupuk Kaltim Raih Penghar ...

Pupuk Kaltim Raih Penghargaan AREA 2026, Pertegas Komitmen Bangun Ekonomi Inklusif
Penghargaan ini konsisten diraih Pupuk Kaltim sejak 2019, melihat keberhasilan Perusahaan dalam pemberdayaaan masyarakat dan penciptaan nilai bersama bagi lingkungan. Foto: Pupuk Kaltim

EKSPOSKALTIM - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali mencatatkan prestasi di kancah Internasional, dengan meraih penghargaan Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026, pada kategori Social Empowerment. Penghargaan ini konsisten diraih Pupuk Kaltim sejak 2019, melihat keberhasilan Perusahaan dalam pemberdayaaan masyarakat dan penciptaan nilai bersama bagi lingkungan.

Tahun ini Pupuk Kaltim mengangkat program "Cerdas Dalam Wirausaha Jamur Unggulan untuk Masyarakat Sejahtera (CENDAWAN JUARA). Program ini bagian dari komitmen Perusahaan membangun kemandirian ekonomi, melalui pengembangan budidaya jamur yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ditopang penguatan kelembagaan kelompok, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengungkapkan program Cendawan Juara dilaksanakan di Kelurahan Guntung, Kota Bontang. Inisiatif ini selaras dengan komitmen perusahaan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan pekerjaan layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penguatan kemitraan dalam pembangunan.

"Melalui Cendawan Juara, Pupuk Kaltim mendorong pendekatan ekonomi sirkular dalam membangun usaha masyarakat yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tapi juga memberi manfaat nyata terhadap pelestarian lingkungan," ujar Rezha, usai menerima penghargaan di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (26/6/2026).

Dijelaskan Rezha, program Cendawan Juara berjalan sejak 2025, dengan rencana pendampingan hingga 2029. Pendekatan jangka panjang dirancang agar kelompok binaan tidak hanya mampu menjalankan budidaya, tapi juga berkembang menjadi usaha mandiri dengan tata kelola yang baik, serta mampu memperluas manfaat program bagi masyarakat sekitar.

Program ini melibatkan 29 masyarakat yang mayoritas berasal dari kelompok lanjut usia di Kelurahan Guntung. Pemilihan sasaran didasarkan pada upaya meningkatkan partisipasi kelompok rentan dalam aktivitas ekonomi produktif, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Aktivitas utama meliputi budidaya jamur, pemanfaatan limbah baglog sebagai pupuk kompos, hingga produksi berbagai olahan makanan berbahan dasar jamur. Seluruh aktivitas saling terintegrasi, sehingga mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus meminimalkan limbah yang dihasilkan.

Seluruh anggota binaan pun mendapat pendampingan dalam berbagai aspek. Mulai dari teknik budidaya jamur, pengelolaan kelembagaan kelompok, pengembangan usaha, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah.

"Pendekatan tersebut menjadikan program tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, namun juga menciptakan rantai nilai ekonomi dengan lebih luas," lanjut Rezha.

Berbagai inovasi pun lahir dari pendampingan Cendawan Juara. Salah satunya drum jamur tiram, sebuah inovasi teknologi budidaya yang mampu menampung sekitar 30-35 baglog jamur dalam satu unit. Teknologi ini terbukti meningkatkan efisiensi ruang budidaya, sekaligus menghasilkan produktivitas panen hingga 2 Kg jamur dari tiap baglog selama masa produksi.

Limbah baglog jamur yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi, pun diolah hingga menghasilkan 250-300 Kg kompos matang dari tiap 500 unit limbah baglog. "Pemanfaatan limbah ini juga menciptakan sumber pendapatan baru lewat penjualan kompos, maupun untuk mendukung kegiatan pertanian bagi masyarakat sekitar," terang Rezha.

Sementara dari sisi hilir, kelompok binaan turut mengembangkan ragam produk olahan jamur dengan nilai tambah lebih tinggi. Produk tersebut menjadi alternatif usaha, sekaligus memperluas peluang pasar agar pendapatan kelompok tidak hanya bergantung dari hasil budidaya.

"Pengembangan seluruh sektor usaha tersebut mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Inilah nilai utama yang terus kami bangun," tambah Rezha.

Bagi Pupuk Kaltim, pencapaian pada ajang AREA 2026 ini bagian dari perjalanan panjang Perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat. Utamanya berorientasi pada penciptaan nilai bersama dalam memberi manfaat, yang diharap mampu memperkuat pembangunan ekonomi dan sosial secara inklusif. Terlebih penghargaan ini merupakan ke-8 kali berhasil diraih dan dipertahankan Pupuk Kaltim sejak 2019.

"Melalui Cendawan Juara, Pupuk Kaltim ingin menunjukkan bahwa inovasi sosial yang dibangun bersama masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan ekonomi lokal, serta menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan," pungkas Rezha Abdillah.(*)


Editor : Maulana
Tags : Pupuk Kaltim

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :