Kabar kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai 1 April 2026 ramai beredar, namun hingga 31 Maret harga di seluruh SPBU terpantau masih bertahan sejak penyesuaian awal Maret.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Seluruh badan usaha penyedia bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, mulai dari PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, hingga Mobil Indostation, sebelumnya telah menaikkan harga BBM nonsubsidi sejak 1 Maret 2026.
Hingga Selasa (31/3), harga tersebut belum mengalami perubahan. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi umumnya dilakukan setiap awal bulan dengan mempertimbangkan harga minyak mentah Indonesia (ICP), Mean of Platts Singapore (MOPS), serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Di SPBU Pertamina wilayah Jakarta, seperti dikutip dari CNBC, harga Pertamax (RON 92) tercatat Rp12.300 per liter, naik dari Rp11.800 pada Februari. Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp12.900 per liter dari sebelumnya Rp12.450, sementara Pertamax Turbo naik menjadi Rp13.100 dari Rp12.700.
Kenaikan juga terjadi pada jenis diesel, yakni Dexlite menjadi Rp14.200 per liter dari Rp13.250, serta Pertamina Dex menjadi Rp14.500 dari Rp13.500.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan sejak September 2022, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.
Kenaikan serupa juga terjadi di SPBU swasta. Di Shell Indonesia, Shell Super dibanderol Rp12.390 per liter, sementara di Vivo Energy Indonesia harga Revvo 92 berada di Rp12.390 per liter. Adapun di BP-AKR, BP 92 dijual Rp12.390 per liter.
Di tengah kondisi tersebut, isu kenaikan harga BBM nonsubsidi sebesar 10 persen per 1 April 2026 sempat memicu kekhawatiran publik.
Jawaban Bahlil dan Pertamina
Menanggapi hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penentuan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar dan telah diatur pemerintah.
“Untuk BBM industri, tanpa diumumkan pun harganya bergerak mengikuti pasar,” ujar Bahlil usai menghadiri forum bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo.
Senada, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, memastikan belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM per 1 April 2026.
“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” kata Baron.
Berikut daftar harga BBM di sejumlah SPBU per 31 Maret 2026:
Pertamina (DKI Jakarta):
Pertalite: Rp10.000/liter
Solar subsidi: Rp6.800/liter
Pertamax: Rp12.300/liter
Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
Pertamax Green 95: Rp12.900/liter
Dexlite: Rp14.200/liter
Pertamina Dex: Rp14.500/liter
Shell:
Shell Super: Rp12.390/liter
Shell V-Power Diesel: Rp14.620/liter
Vivo:
Revvo 92: Rp12.390/liter
Revvo 95: Rp12.930/liter
Diesel Primus: Rp14.610/liter
BP-AKR:
BP 92: Rp12.390/liter
BP Ultimate: Rp12.930/liter
BP Ultimate Diesel: Rp14.620/liter
Mobil Indostation:
Gasoline 92: Rp12.395/liter
Masyarakat diimbau tetap merujuk pada pengumuman resmi pemerintah maupun badan usaha terkait untuk memastikan informasi terkini mengenai harga BBM.



