Kunjungan ke Ibu Kota Nusantara selama libur Lebaran tak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memunculkan keinginan menetap, termasuk dari turis mancanegara.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Di tengah ramainya arus kunjungan ke kawasan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, seorang turis asal Taiwan, Snow, mengaku terkesan dengan pembangunan ibu kota baru tersebut.
Ia awalnya datang sebagai pengunjung, namun pengalaman melihat langsung kawasan yang sedang dibangun itu mengubah pandangannya.
“IKN akan menjadi ibu kota negara, dan ingin sekali pindah dan menetap di IKN ketika sudah benar-benar menjadi ibu kota negara,” ujarnya, dikutip Kamis (26/3).
Ketertarikan serupa juga datang dari pengunjung domestik. Florensia, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menilai konsep pembangunan IKN menghadirkan suasana yang berbeda.
“Bangunan di IKN berkonsep ramah lingkungan dan serasa bukan berada di Kalimantan,” katanya.
Lonjakan pengunjung selama libur Idulfitri 1447 Hijriah memperlihatkan tingginya minat publik terhadap kawasan tersebut. Otorita IKN mencatat sebanyak 143.126 orang telah berkunjung, dengan 30.544 kendaraan masuk ke kawasan itu.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus juru bicara, Troy Pantouw, menyebut fasilitas yang disiapkan bertujuan memastikan pengalaman kunjungan yang aman dan nyaman.
Menurutnya, kawasan IKN tidak hanya dikembangkan sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat diakses masyarakat luas.
Selama periode libur, sejumlah titik di kawasan IKN dibuka untuk umum, memungkinkan pengunjung melihat langsung perkembangan infrastruktur dan konsep pembangunan yang tengah berjalan.
Bagi sebagian pengunjung, kunjungan tersebut menjadi pengalaman singkat. Namun bagi yang lain, IKN mulai dipandang sebagai ruang yang berpotensi menjadi tempat tinggal di masa depan. (ant)


