PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sehari 32 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim!

Home Berita Sehari 32 Titik Panas Ter ...

Sebanyak 32 titik panas terdeteksi di lima daerah di Kalimantan Timur dalam sehari. Memicu peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan.


Sehari 32 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim!
ILUSTRASI petugas sedang memadamkan karhutla di hutan dekat Desa Giri Purwa, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto: BPB Penajam Paser Utara

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menyusul meningkatnya jumlah titik panas.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG, Carolina Meylita Sibarani, menyebutkan sebanyak 32 titik panas terdeteksi pada Selasa (24/3/2026) sepanjang pukul 01.00 hingga 24.00 Wita. “Kami mendeteksi adanya 32 titik panas yang tersebar di lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya di Balikpapan, Rabu (25/3). 

Sebaran titik panas tersebut meliputi Bontang sebanyak 1 titik, Kabupaten Paser 10 titik, Kutai Barat 1 titik, Kutai Timur 16 titik, dan Kutai Kartanegara 4 titik. Seluruh titik panas tersebut, kata Carolina, memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Sehingga berpotensi berkembang menjadi kebakaran apabila tidak segera ditangani.

Rinciannya, satu titik di Bontang berada di Kecamatan Bontang Selatan. Di Kutai Barat, satu titik terdeteksi di Kecamatan Linggang Bigung. Untuk Kutai Kartanegara, empat titik tersebar di Kecamatan Loa Janan, Muara Kaman, dan Tenggarong Seberang.

Sementara itu, di Kabupaten Paser, seluruh 10 titik berada di Kecamatan Batu Sopang. Adapun di Kutai Timur, 16 titik tersebar di Kecamatan Bengalon (13 titik), Kombeng (2 titik), dan Muara Wahau (1 titik).

BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu api di lahan kering.

Di sisi lain, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah diminta segera menindaklanjuti temuan tersebut dengan pengecekan lapangan berdasarkan koordinat titik panas.

“Tim dari BPBD bersama unsur terkait saat datang ke lokasi, biasanya sudah bisa memastikan apakah titik panas ini rawan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan atau tidak. Jika rawan, maka mereka langsung melakukan penanganan,” kata Carolina.

Peningkatan jumlah titik panas ini menjadi indikator awal yang perlu diwaspadai, terutama menjelang periode cuaca kering yang berpotensi mempercepat penyebaran api di kawasan hutan dan perkebunan. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :