EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk tetap memprioritaskan program yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat meski daerah tengah menghadapi tekanan fiskal yang berdampak pada penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hal tersebut disampaikan Neni saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan yang dirangkai dengan salat tarawih berjamaah bersama masyarakat di Masjid Hibatullah, RT 32 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (5/3/2026) malam.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin Safari Ramadan Pemerintah Kota Bontang yang dilaksanakan di berbagai wilayah kecamatan.
Kegiatan di Masjid Hibatullah berlangsung khusyuk dan penuh kebersamaan. Setelah melaksanakan salat Isya berjamaah, Wali Kota menyampaikan sambutan kepada para jamaah yang hadir.
Dalam kesempatan itu, Neni mengungkapkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini cukup menantang. Namun pemerintah tetap berupaya menjaga keberlanjutan program yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk dukungan terhadap aktivitas keagamaan.
Ia menyampaikan bahwa dalam masa kepemimpinannya terdapat kenaikan insentif bagi guru ngaji dan penggiat agama sebesar Rp2 juta. Selain itu, pada tahun 2025 Pemerintah Kota Bontang juga memberangkatkan 31 marbot masjid ke Tanah Suci.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyerahkan secara simbolis bantuan hibah uang dari Pemerintah Kota Bontang sebesar Rp50 juta kepada pengurus Masjid Hibatullah. Selain itu, pemerintah turut menyerahkan bantuan 20 Al-Qur’an untuk menunjang aktivitas ibadah jamaah.
Safari Ramadan, menurut Neni, tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang komunikasi langsung untuk menyampaikan berbagai program prioritas pemerintah kota.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota juga memaparkan kebijakan strategis pemerintah terkait dukungan bagi para tokoh agama. Pemerintah Kota Bontang menyiapkan anggaran sekitar Rp24 miliar untuk insentif petugas keagamaan.
Menurut Neni, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekuatan moral dan spiritual masyarakat.
Selain menyampaikan program keagamaan, Wali Kota juga menekankan pentingnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Ia mengingatkan warga agar saling memperhatikan kondisi sekitar, khususnya terkait pendidikan dan kemiskinan ekstrem.
“Jangan ada anak-anak kita yang putus sekolah. Di lingkungan ini, saya harap kita semua saling peduli dan mendukung program pemerintah ‘Tengok Tetangga’, pastikan tidak ada tetangga kita yang mengalami kemiskinan ekstrem. Jika ada, segera koordinasikan melalui Ketua RT agar segera mendapat intervensi dari pemerintah,” tegasnya.
Neni juga menilai peran Ketua RT sangat penting dalam menyalurkan informasi dari masyarakat kepada pemerintah sehingga berbagai persoalan dapat ditangani secara cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai langkah menghadapi dampak perubahan iklim.
Melalui momentum Safari Ramadan tersebut, Wali Kota mengajak warga untuk aktif mendukung gerakan GESIT dan kegiatan Jumat Bersih agar lingkungan permukiman tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

