EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya peran remaja sebagai generasi yang mampu menjaga diri sekaligus menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Neni saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Forum Generasi Berencana (GenRe) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang di Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan remaja yang tergabung dalam 30 Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang tersebar di 15 sekolah di Kota Bontang.
Dalam suasana silaturahmi yang hangat, kegiatan tidak hanya diisi dengan buka puasa bersama, tetapi juga pembinaan dan motivasi kepada para pelajar agar mampu menghadapi berbagai tantangan yang kerap dihadapi generasi muda.
Neni Moerniaeni mengapresiasi semangat para anggota Forum GenRe yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan remaja.
Menurutnya, remaja memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah di masa depan.
“Anak-anak GenRe adalah calon pemimpin masa depan. Kalian harus mampu menjaga diri, menjaga pergaulan, dan fokus pada pendidikan serta cita-cita. Jangan sampai terjerumus dalam hal-hal yang merugikan masa depan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung berbagai program kepemudaan yang berorientasi pada pembinaan dan pencegahan masalah remaja.
Menurut Neni, kolaborasi antara sekolah, keluarga dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas dan berakhlak.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota Bontang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran remaja melalui Forum GenRe.
Menurutnya, forum tersebut memiliki peran penting sebagai pelopor dan pelapor dalam mencegah berbagai persoalan yang kerap terjadi di kalangan remaja.
“Forum GenRe memiliki peran penting sebagai pelopor dan pelapor dalam mencegah persoalan remaja, seperti pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba hingga pergaulan bebas. Kami ingin anak-anak kita menjadi generasi yang berencana, berprestasi, dan berdaya saing,” ujarnya.
Keberadaan 30 PIK-R di 15 sekolah di Kota Bontang disebut menjadi bukti bahwa gerakan GenRe di daerah tersebut terus berkembang.
Melalui wadah tersebut, para remaja mendapatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, serta penguatan karakter.
DP3AKB berharap momentum Ramadan dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual bagi para remaja agar menjadi generasi berencana yang siap menghadapi tantangan zaman.

