Kebiasaan tidak merokok dari sahur hingga berbuka dinilai menjadi peluang nyata bagi perokok untuk berhenti total. Bukan sekadar jeda sementara selama Ramadan.
EKSPOSKALTIM - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Tjandra Yoga Aditama menyarankan masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan sebagai titik awal untuk menghentikan kebiasaan merokok secara permanen.
“Para perokok yang berpuasa akan berhenti merokok sejak sahur sampai berbuka puasa. Masyarakat luas agar memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan tahun ini untuk berhenti merokok sepenuhnya,” kata Tjandra dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (4/3).
Menurutnya, kebiasaan menahan diri dari rokok selama berjam-jam setiap hari menunjukkan bahwa ketergantungan tersebut sebenarnya bisa dikendalikan.
Ia menjelaskan asap rokok mengandung ribuan senyawa kimia, dengan ratusan di antaranya bersifat racun dan berkaitan dengan berbagai penyakit serius.
“Asap rokok menimbulkan gangguan pada orang lain. Karena itu, saat beribadah puasa, setiap individu tidak sepatutnya menimbulkan gangguan terhadap sesama,” ujarnya.
Tjandra menilai pola berhenti merokok dari sahur hingga berbuka seharusnya tidak berhenti sebagai rutinitas sementara. Kebiasaan tersebut bisa dilanjutkan hingga malam hari dan seterusnya, dengan memperkuat niat untuk tidak kembali merokok.
Ia juga menepis anggapan bahwa seseorang tidak bisa beraktivitas tanpa rokok. Pengalaman selama puasa, menurut dia, menjadi bukti bahwa perokok tetap mampu bekerja dan beraktivitas normal tanpa merokok sepanjang hari.
“Artinya, memang tidak benar pendapat bahwa harus merokok dulu baru bisa bekerja, pengalaman nyata di bulan puasa ini membuktikan sebaliknya,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan agar tidak menjadikan rokok sebagai pilihan saat berbuka puasa. Kondisi tubuh yang lemah setelah seharian menahan lapar dan haus justru berisiko terdampak lebih buruk jika langsung terpapar asap rokok.
Waktu berbuka, lanjutnya, sebaiknya dimanfaatkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman bergizi guna memulihkan energi tubuh.
Tjandra menambahkan keberhasilan menahan diri selama Ramadan dapat menjadi fondasi untuk berhenti merokok secara berkelanjutan, tidak hanya selama bulan puasa, tetapi juga setelahnya.
“Berhenti merokok di bulan Ramadhan akan memberi manfaat bagi kesehatan dan kehidupan serta lingkungan,” ujarnya.


