PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

OTT ke-7 KPK yang Jerat Bupati Pekalongan Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan

Home Berita Ott Ke-7 Kpk Yang Jerat B ...

Gelombang operasi tangkap tangan belum mereda. Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menangkap kepala daerah. 


OTT ke-7 KPK yang Jerat Bupati Pekalongan Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Foto: Radar Pekalongan

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam operasi tangkap tangan di Jawa Tengah. Perkara yang ditangani berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Fadia Arafiq terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan.

“Dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus kali ini adalah berkaitan dengan pengadaan di wilayah Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa.

KPK menyatakan masih mendalami rincian pengadaan yang dimaksud, termasuk keterkaitannya dengan sejumlah kantor dinas yang telah disegel.

“Terkait dengan pengadaannya ini masih terus didalami karena saat ini sedang berlangsung permintaan keterangan kepada sejumlah pihak di Pekalongan,” kata Budi.

Berdasarkan data pewarta di Pekalongan, sejumlah kantor yang disegel meliputi kantor Bupati Pekalongan, kantor Sekretaris Daerah, kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja, serta kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai KUHAP.

OTT KPK

Penangkapan ini merupakan OTT ketujuh yang diumumkan KPK sepanjang 2026.

Sebelumnya, pada 9–10 Januari 2026, KPK melakukan OTT terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara.

Pada 19 Januari 2026, KPK melakukan OTT terhadap Wali Kota Madiun Maidi yang kemudian diumumkan sebagai tersangka dugaan pemerasan terkait proyek dan dana CSR.

Pada 19 Januari 2026, KPK juga melakukan OTT terhadap Bupati Pati Sudewo yang diumumkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa.

Pada 4 Februari 2026, KPK melakukan OTT terkait restitusi pajak di Kalimantan Selatan, serta perkara impor barang tiruan yang melibatkan pejabat Bea Cukai.

Pada 5 Februari 2026, KPK mengungkap OTT terkait dugaan korupsi pengurusan sengketa lahan di lingkungan Pengadilan Negeri Depok, dengan sejumlah pihak ditetapkan sebagai tersangka.

OTT di Jawa Tengah yang menjerat Fadia Arafiq diumumkan KPK pada 3 Maret 2026, dengan total tiga orang diamankan dalam operasi tersebut.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :