Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,3 mengguncang wilayah Berau, Kalimantan Timur, Jumat (27/2/2026) siang. Ternyata, getarannya dirasakan hingga Maratua dan Karangan, tanpa laporan kerusakan.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 13.06.06 WIB, Jumat (27/2). Episenter berada di laut pada koordinat 1,47 lintang utara dan 118,81 bujur timur, sekitar 173 kilometer timur Berau, dengan kedalaman 10 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid menjelaskan gempa tersebut tergolong dangkal dan dipicu aktivitas Sesar Mangkalihat. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Mangkalihat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Berdasarkan hasil pengukuran percepatan tanah, guncangan dirasakan di Maratua dengan intensitas III MMI, atau getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk melintas. Sementara di Karangan, gempa dirasakan pada skala II MMI, yakni hanya dirasakan sebagian orang dan benda ringan bergoyang.
Hingga pukul 13.30 WIB, BMKG menyatakan belum terdeteksi adanya gempa susulan. Selain itu, belum ada laporan kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menambah rangkaian aktivitas seismik di wilayah Berau dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, gempa bermagnitudo 2,6 terjadi pada 29 Desember 2025, disusul gempa magnitudo 2,8 pada 4 Januari 2026. Kedua gempa tersebut juga tergolong dangkal dan tidak menimbulkan dampak signifikan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah, serta mengikuti informasi resmi melalui kanal BMKG.


