Samarinda baru saja dilanda banjir, sementara peringatan hujan lebat tiga hari ke depan membuka potensi dampak lanjutan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan lebat di Kalimantan Timur dalam tiga hari ke depan. Setelah sejumlah titik di Samarinda dilanda banjir akibat hujan yang mengguyur sejak Sabtu (21/2) dini hari hingga siang.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menyatakan kondisi cuaca ekstrem masih akan berlanjut.
"Dalam tiga hari ke depan (Minggu-Selasa, 22–24 Februari) hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Kaltim," ujarnya di Balikpapan, Minggu (23/2).
BMKG mengingatkan potensi dampak yang dapat ditimbulkan, mulai dari banjir, sungai meluap, jalan licin, hingga tanah longsor dan pohon tumbang akibat hujan yang berpotensi disertai angin kencang.
Untuk Minggu (22/2), hujan lebat diperkirakan terjadi di Kabupaten Berau, terutama Kecamatan Segah, serta Kabupaten Mahakam Ulu di Kecamatan Long Pahangai.
Kemudian pada Senin (23/2), hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan melanda Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya Kecamatan Muara Wis, serta kembali terjadi di Kecamatan Long Pahangai, Mahakam Ulu. Warga di wilayah tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan lebat terjadi berturut-turut selama dua hari.
Selanjutnya pada Selasa (24/2), hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di Kabupaten Kutai Barat, terutama Kecamatan Nyuatan, sementara wilayah lain diprakirakan berawan hingga hujan ringan.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Samarinda, Riza Arian, menyampaikan bahwa secara umum periode 21–28 Februari wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 50–150 mm, dengan peluang hujan lebih dari 90 persen.
"Sedangkan di Kabupaten Berau diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi (150–300 mm) dengan peluang hujan lebih dari 40 persen," katanya.
Prakiraan deterministik juga menunjukkan sebagian besar wilayah Kaltim berada pada kategori curah hujan menengah. Namun, wilayah barat Kabupaten Berau berpotensi mengalami curah hujan tinggi berkisar 150–200 mm.


