PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Antisipasi Karhutla di Samarinda, Ratusan Satuan Relawan Disiagakan

Home Berita Antisipasi Karhutla Di Sa ...

Antisipasi Karhutla di Samarinda, Ratusan Satuan Relawan Disiagakan
Ilustrasi — Papan peringatan di wilayah pemukiman Samarinda. Sinergi ratusan relawan di Samarinda diperkuat guna menghadapi tantangan musibah kebakaran permukiman dan karhutla akibat puncak kemarau. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda — Ancaman kebakaran permukiman dan hutan-lahan (karhutla) menjadi perhatian serius di Kota Samarinda saat musim kemarau. Menanggapi kondisi ini, sebanyak 115 satuan relawan menyatakan siap pasang badan untuk membantu pemadaman dan pencegahan.

Bukan tanpa alasan kewaspadaan ini ditingkatkan. Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda mencatat angka yang cukup fantastis. Sejak Januari hingga Juli 2026, telah terjadi 133 musibah kebakaran, dengan kawasan permukiman warga sebagai lokasi yang paling sering disasar (46 kasus). Biang kerok utamanya masih didominasi oleh persoalan korsleting listrik (24 kejadian) serta kebocoran gas LPG (15 kasus).

Tak berhenti di situ, ancaman juga meluas ke area terbuka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda mendata sedikitnya 23 kasus karhutla yang telah melahap sekitar 11 ribu meter persegi lahan. Kecamatan Sambutan, Sungai Kunjang, dan Palaran kini masuk dalam garis merah wilayah paling rawan.

Menghadapi situasi krusial ini, jaringan relawan kemanusiaan Samarinda bergerak cepat mematangkan barisan. Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto yang akrab disapa Jokis, menegaskan bahwa seluruh personel dan armada kini berada dalam status siaga penuh.

"Kami fokus menghadapi dua potensi bencana sekaligus diantaranya kebakaran permukiman dan lahan. Musim kemarau membuat kondisi sangat kering, jadi tingkat kewaspadaan harus dinaikkan," tegas Jokis, (29/7).

Kekuatan lini depan ini tak bisa dipandang sebelah mata. Sebanyak 115 satuan relawan di bawah naungan ITS telah tersebar rapat di 10 kecamatan. Mereka dibekali armada operasional dan mesin portable penakluk api untuk melakukan penanganan awal (first response) sebelum bantuan utama tiba di lokasi.

Bagi para relawan, detik-detik awal adalah penentu. Kecepatan merespons menjadi kunci agar api tidak menjalar di permukiman padat. Sementara untuk karhutla, pertarungan para relawan berpacu dengan tiupan angin dan luasnya area yang membara.

Aksi cepat para relawan ini berjalan selaras dengan dukungan pemerintah daerah. Sinergi ITS bersama Disdamkarmat dan BPBD Kota Samarinda terjalin solid, mulai dari sistem pertukaran informasi cepat, pelatihan berkala, hingga aksi pemadaman bersama di lapangan.

Meski relawan dan petugas selalu siap siaga, Jokis menekankan bahwa peran paling krusial sebenarnya ada di tangan masyarakat. Pasalnya, mayoritas kebakaran masih dipicu oleh kelalaian manusia seperti kecerobohan instalasi listrik, membakar sampah sembarangan, hingga nekat membuka lahan dengan cara dibakar.

"Kami sangat memohon warga tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api. Dalam kondisi kering seperti sekarang, percikan kecil bisa dengan cepat menjadi kobaran besar yang sulit dikendalikan," imbaunya.

Masyarakat diharapkan aktif menjadi bagian dari rantai pencegahan. Jika melihat titik api atau potensi bahaya, warga diminta segera melapor melalui Call Center 112, yang akan langsung diteruskan ke posko-posko relawan terdekat.

“Sebab dalam menghadapi kemarau dan ancaman kebakaran, kepedulian warga adalah benteng pertama, dan kecepatan informasi adalah kunci keselamatannya,” pungkas Jokis.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :