Safari Ramadan 2026 dijadikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai instrumen memperkuat ukhuwah sekaligus mempercepat implementasi program pembangunan di seluruh daerah, termasuk wilayah perbatasan.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengagendakan rangkaian Safari Ramadan Gubernur dan Wakil Gubernur 2026 dengan misi khusus, mempererat silaturahmi dan memastikan akselerasi program strategis menjangkau seluruh kabupaten dan kota.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan Safari Ramadan tahun ini bukan agenda seremonial semata. “Kegiatan tahun ini adalah momentum krusial untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, serta memastikan kehadiran negara di tengah rakyat,” ujarnya saat memimpin rapat persiapan di Samarinda, Rabu (19/2).
Perluasan jangkauan menjadi salah satu fokus utama. Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), yang sebelumnya belum terkunjungi, kini masuk prioritas. “Jadwal sudah tersusun hingga titik terakhir di Mahakam Ulu. Kami ingin memastikan masyarakat wilayah perbatasan juga merasakan kehadiran langsung pimpinan daerah,” jelasnya.
Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah, melaporkan rangkaian Safari Ramadan sekaligus kunjungan kerja berlangsung 20 Februari hingga 11 Maret 2026.
Dialog, Zakat, dan Infrastruktur
Agenda dibuka 20 Februari melalui Kick-off dan Dialog Generasi Muda yang diawali Salat Subuh berjamaah di Masjid Nurul Mu’minin Pemprov Kaltim. Dialog interaktif dengan mahasiswa dan siswa SMA dirancang untuk menyerap aspirasi generasi Z.
Pada 23 Februari, digelar Kaltim Berzakat sebagai penguatan gerakan zakat daerah. Penyaluran dipercepat agar bantuan lebih optimal menjelang Idul Fitri.
Rangkaian kegiatan juga mencakup penyerahan bantuan simbolis untuk perguruan tinggi negeri dan swasta di Samarinda, bantuan keagamaan, serta santunan bagi masyarakat prasejahtera di setiap titik kunjungan.
Selain agenda religi, gubernur dijadwalkan meninjau dan meresmikan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan penghubung guna memastikan konektivitas antarwilayah berjalan sesuai target.
Setelah pembukaan di Samarinda, rombongan akan melanjutkan kunjungan ke Bontang, Kutai Timur, Berau, Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan berakhir di Mahakam Ulu.
Di setiap daerah, pola kegiatan terpadu akan dilaksanakan mulai dari buka puasa bersama tokoh masyarakat dan ulama, Salat Tarawih berjemaah, hingga diskusi subuh untuk menyerap aspirasi warga secara langsung.
Safari Ramadan 2026, menurut Sri Wahyuni, harus menjadi jembatan komunikasi yang efektif agar kebijakan pusat dan daerah benar-benar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap aspirasi yang dihimpun berujung pada keputusan dan program yang terukur.



