Puluhan sepeda motor di Hulu Sungai Tengah mendadak brebet hingga mati total usai mengisi Pertalite.
EKSPOSKALTIM, Barabai - Puluhan sepeda motor di Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, mengalami brebet hingga mati total setelah mengisi Pertalite di sejumlah SPBU. Fenomena ini sudah terjadi sejak akhir Oktober dan mayoritas menyerang motor matic seperti Scoopy, Beat, Vario, dan PCX.
“Rata-rata motor matic yang alami brebet. Penanganannya beragam, dari kerusakan ringan hingga bongkar total. Tangki BBM juga kami bersihkan,” ujar Amat, pekerja bengkel di Barabai, Rabu. Ia menambahkan warna Pertalite kali ini agak hijau terang dan mengendap di busi, sehingga sebagian busi harus diganti.
Akibatnya, banyak pengguna beralih ke Pertamax, hingga terjadi kelangkaan sementara di beberapa SPBU.
Kepala Bidang Perdagangan HST, Aris Waluyo, mengatakan pihaknya telah memanggil pengelola SPBU untuk klarifikasi. Dari keterangan mereka, SOP Pertamina dijalankan, dan hasil pengujian kualitas BBM tetap sesuai standar. Aris menegaskan, pengawasan dan ketersediaan Pertamax akan terus dijaga.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Komisi II DPRD HST melakukan sidak ke SPBU Mandingin dan Sungai Rangas. Ketua Komisi II, H. Dudi Hermawan, menyoroti stok BBM yang tidak stabil.
“Masalah kelangkaan BBM sudah terlalu sering terjadi. Masyarakat harus bolak-balik SPBU untuk memastikan ada BBM. Ini tidak boleh dibiarkan,” kata Dudi. Ia meminta Pertamina memastikan distribusi lancar, pengawasan terukur, dan SPBU memprioritaskan masyarakat daripada pelangsir.
Dudi menegaskan DPRD HST siap mengambil tindakan lebih jauh jika situasi tidak membaik. “Jika tidak ada perubahan, kami akan memanggil Pertamina dan instansi terkait untuk rapat khusus terkait hal ini,” ujarnya.


