Akses pembiayaan khusus lewat bank negara dan bank daerah ini demi memperkuat ribuan Koperasi Merah Putih agar bisa mandiri berusaha.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan skema pembiayaan khusus melalui bank-bank negara dan bank daerah untuk mendukung kemandirian ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Meskipun badan hukum sudah ada, banyak koperasi menghadapi masalah permodalan, sehingga kami mendukung dengan mekanisme pembiayaan melalui Bank Himbara dan Bank Daerah," kata Pelaksana Tugas Kabid Koperasi Disperindakop Kaltim, Ronny Suhendra, di Samarinda, dikutip Senin (24/11).
Skema ini dirancang untuk menutup celah umum lembaga ekonomi kerakyatan, yaitu lemahnya arus kas awal karena tidak ada pemilik modal tunggal seperti model korporasi swasta. Koperasi yang berbasis anggota membutuhkan dukungan modal yang lebih terstruktur.
Dukungan itu diperkuat dengan peluncuran sistem digital Simkopdes yang mempermudah pengajuan pembiayaan dan pinjaman bisnis.
"Pemerintah menargetkan integrasi Simkopdes dapat mempercepat akses permodalan bagi 1.037 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang telah resmi berbadan hukum di Kalimantan Timur," ujar Ronny, dikutip dari ANTARA.
Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 menjadi dasar hukum perluasan jejaring koperasi desa dan kelurahan sebagai penggerak ekonomi lokal.
Selain modal tunai, pemerintah juga menggandeng sejumlah BUMN untuk memasok barang dagangan seperti LPG bersubsidi, beras bersubsidi, dan pupuk. Koperasi akan mendistribusikannya langsung kepada warga dengan harga yang lebih terjangkau karena rantai pasoknya dipangkas.
"Tujuan besar dari rantai pasok itu adalah memotong jalur distribusi agar kebutuhan pokok masyarakat desa tersedia dengan harga yang jauh lebih murah dan mudah dijangkau," ujar Ronny.
Beberapa koperasi di Samarinda, Balikpapan, Paser, Kutai Kartanegara, dan Berau telah memulai operasional dengan memanfaatkan dukungan pasokan tersebut.
"Guna memastikan modal yang dikucurkan dikelola dengan benar, Kementerian Koperasi mendanai penuh pelatihan bagi para pengurus dan pengawas di seluruh Kalimantan Timur," kata Ronny.


