Bontang, EKSPOSKALTIM – Sebanyak 15 Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan di 15 kelurahan di Kota Bontang. Peluncuran ini sekaligus menjadikan Bontang sebagai kota pertama yang menuntaskan syarat administrasi sekaligus merealisasikan program nasional Koperasi Merah Putih.
Program ini merupakan bagian dari target 80.081 koperasi desa/kelurahan se-Indonesia yang telah berbadan hukum. Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan peluncurannya secara daring, Senin (21/7).
Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Asdar Ibrahim, mengatakan koperasi akan membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.
"Dengan hadirnya koperasi itu dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan perputaran ekonomi, daya tukar petani dan nelayan, serta menekan inflasi di Bontang," ujarnya.
Ia menyebut setiap koperasi minimal memiliki lima pengurus, namun di Bontang jumlahnya bisa mencapai sembilan, termasuk bidang usaha dan keanggotaan.
Pengawas Koperasi, Riduan, menambahkan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan bank milik negara (Himbara) untuk akses permodalan. Bank menawarkan suku bunga sekitar 5-6 persen.
"Kita harapkan bunga tidak lebih tinggi dari rata-rata bank biasa," katanya.
Meski peluncuran berjalan mulus, Riduan menyadari tantangan tetap ada, terutama terkait pemahaman manajemen koperasi.
"Banyak yang baru memulai. Modal, wawasan, dan pengalaman mereka masih terbatas. Itu tugas kami membina SDM-nya," jelasnya.
Pengembang Kewirausahaan, I Nyoman, menegaskan akan ada pengawasan terhadap penggunaan modal usaha agar tepat sasaran.
Namun, menurutnya, pemerintah hanya bertugas mendampingi dan membina. Jika koperasi gagal di tengah jalan, tidak ada intervensi langsung.
"Koperasi ini milik dan dikelola anggota. Pemerintah hanya mendampingi," pungkasnya.
DKUMPP berharap suku bunga pinjaman tetap kompetitif agar koperasi bisa menjadi pilihan utama masyarakat.

