Samarinda, EKSPOSKALTIM – Fisioterapis Rumah Sakit Hermina Samarinda, Akhmad Zulfikar Alfasiry, mengingatkan anak muda untuk mewaspadai tiga gangguan otot yang sering terjadi. Yakni kelainan tulang belakang (skoliosis), sakit pinggang, serta nyeri dan kekakuan bahu.
“Yang pertama itu skoliosis, tulang belakang membungkuk seperti huruf S. Kedua, sakit pinggang, ini paling banyak dialami. Ketiga, kekakuan pada bahu,” kata Zulfikar, Minggu (2/11).
Skoliosis merupakan kelengkungan abnormal pada tulang belakang. Sementara sakit pinggang dan kekakuan bahu umumnya muncul akibat ketegangan otot karena posisi duduk dan durasi kerja yang terlalu lama di depan laptop.
“Otot bagian belakang menegang karena digunakan terus-menerus. Akibatnya menempel dan jadi aktif, membuat tangan sulit digerakkan,” jelasnya.
Untuk penanganan, Zulfikar menyebut fisioterapi menggunakan beberapa metode, di antaranya Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) untuk mengurangi nyeri, dan ultrasound therapy dengan gel khusus guna memperbaiki jaringan otot yang tegang.
Namun, ia menegaskan terapi bukan hanya soal alat. “Latihan fisik sangat penting untuk penyembuhan. Pasien biasanya diajarkan latihan yang bisa dilakukan di rumah,” ujarnya.
Masalah otot, menurut Zulfikar, umumnya muncul karena kebiasaan sehari-hari. Proses pemulihan membutuhkan waktu dan terapi bertahap. Ia menambahkan, fisioterapi tidak hanya untuk cedera, tetapi juga penting bagi olahraga dan pencegahan.
“Dalam kasus olahraga, fisioterapis akan menilai pola gerak dan postur pasien. Misalnya untuk pelari, kami lihat apakah tubuhnya membungkuk atau bertumpu pada lutut belakang,” pungkasnya.


