PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

5 Daerah di Kaltim Rawan DBD, Dinkes Ungkap Pemicu Kematian

Home Berita 5 Daerah Di Kaltim Rawa ...

  5 Daerah di Kaltim Rawan DBD, Dinkes Ungkap Pemicu Kematian
Pasien penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (5/2). Foto: ANTARA

Samarinda, EKSPOSKALTIM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur memperingatkan lima daerah agar mewaspadai lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus DBD di Kaltim kini tercatat telah mencapai 3.647 kasus dengan 11 kematian

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena memasuki musim hujan yang puncaknya masih beberapa bulan ke depan. Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menegaskan perlunya penanganan intensif. “Dengan perkembangan data terkini, maka harus kita sikapi serius dengan pencegahan dan penanganan (DBD) yang lebih intensif."

Memakai data Dinkes Kaltim, Kota Balikpapan menjadi penyumbang kasus DBD tertinggi dengan 987 penderita. Disusul Kutai Kartanegara 689 dan Samarinda 544 kasus. Selanjutnya, Kabupaten Kutai Timur mencatatkan 400 kasus dan Kota Bontang 287 kasus

Kelima daerah ini berstatus “waspada” karena angka kematian kasus atau case fatality rate di masing-masing daerah tersebut melebihi target provinsi.

Sebagai langkah antisipatif, Dinkes Kaltim menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan mempercepat pemeriksaan Non-Structural Protein 1 (NS1) bagi pasien demam guna mempercepat diagnosis dan penanganan medis.

Menurut Jaya Mualimin, evaluasi lapangan menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis menjadi pemicu utama kematian pasien DBD. Faktor lain yang menambah risiko adalah keterlambatan keluarga membawa pasien ke fasilitas kesehatan dan adanya penyakit penyerta (komorbid)

Jaya menegaskan bahwa kunci utama pengendalian DBD adalah peran aktif masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk. Ia mengimbau warga menggalakkan gerakan 3M Plus, menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan, serta mendaur ulang barang bekas secara rutin, disertai langkah tambahan lain untuk menekan perkembangbiakan nyamuk

Dengan peningkatan kasus saat musim hujan ini, ia berharap kolaborasi antara Dinkes dan masyarakat melalui upaya pencegahan diharapkan mampu menekan laju penularan DBD.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :