EKSPOSKALTIM, Bontang – Siang itu begitu cerah, terik matahari pun terasa sangat menyengat tubuh. Usai melakukan bersih-bersih, Mariam Kaco istirahat sejenak sembari meluruskan badan menghilangkan lelah pasca menunaikan tanggung jawabnya sebagai petugas kebersihan di Kota Bontang.
Selain membersihkan median jalan, sehari-harinya ia juga membersihkan rumput dan tanaman yang mengganggu keindahan dan kenyamanan kota.
“Dari jam 7 pagi kita sudah mulai bekerja sampai jam 10, setelah itu kami istirahat sampai jam dua siang. Kemudian, kami lanjut bekerja sampai jam 4 sore,” kata Mariam, saat ditemui di Gor Taman Prestasi, Bontang Lestari, Senin (8/8).
Mariam sudah menjalani pekerjaan ini sejak tahun 2009 lalu. Bahkan bisa dibilang, dia paling lama dibanding rekan-rekannya yang lain. Diceritakannya, awal bekerja ia hanya menerima upah sebesar Rp30 ribu perhari.
“Gaji itu sudah dua kali naik, paling pertama itu tahun 2013, naik jadi Rp. 59 ribu dari sebelumnya yang hanya Rp30 ribu saja. Sampai sampai sekarang sudah sampai Rp. 70.000, ya dicukup-cukupi aja,” kata Mariam sembari tersenyum.
Karena tak dijamin makan siang, setiap harinya dia mesti membawa bekal ketempat kerja. Kata dia, hal itu juga dilakukan oleh rekan kerjanya yang lain, yang juga petugas kebersihan di wilayah Bontang Lestari.
“Kalau bentuk penggajiannya itu perhari, yah Rp70 ribu itu tadi. Tapi kalau terimanya setiap bulan, lewat rekening masing-masing. Paling kalau ada potongan kalau tidak masuk kerja dan tidak minta ijin. Harus ijin dulu sama mandornya,” tuturnya.
Meski pekerjaan ini terasa melelahkan ditengah kondisi tubuhnya yang sudah termakan usia, namun Mariam tetap semangat dalam melakoni pekerjaan ini. Baginya, pekerjaan ini adalah sebuah penopang yang harus ia jalani dengan sungguh-sungguh.
“Kebanyakan ibu-ibu yang bekerja disini, kalau bapak-bapaknya sedikit saja. Daripada tidak ada pekerjaan, ya harus mau bekerja seperti ini,” celetuknya.

