PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kaltim Upayakan Penyelamatan Dialek Daerah yang Terancam Punah

Home Berita Kaltim Upayakan Penyelama ...

Kaltim Upayakan Penyelamatan Dialek Daerah yang Terancam Punah
Bahasa Melayu Kutai menjadi salah satu yang terancam punah. Foto: Suara

Balikpapan, EKSPOSKALTIM - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menggiatkan penyelamatan bahasa daerah yang terancam punah di Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara).

“Program ini merupakan mandat dari Kemendikbudristek yang fokus pada revitalisasi bahasa daerah,” kata Penelaah Teknis Kebijakan Balai Bahasa Kaltim, Yudianti Herawati, di Samarinda, Selasa (15/7).  

Revitalisasi bertujuan menghidupkan kembali bahasa-bahasa daerah yang makin jarang digunakan. Di Kaltim tercatat ada 16 bahasa daerah, sementara Kaltara memiliki 11 bahasa.

Sejak 2022, Balai Bahasa Kaltim telah menetapkan bahasa prioritas. Di Kaltim, yang menjadi fokus adalah Bahasa Paser, Melayu Kutai, dan Benuaq. Di Kaltara, pada 2023 dipilih Bahasa Bulungan dan tahun ini ditambah Bahasa Tidung.

“Fokus kami saat ini pada Bahasa Paser dan Melayu Kutai karena dampaknya positif. Bahkan Bahasa Paser sudah punya Perbup terkait muatan lokal,” ujarnya.

Program ini juga bertujuan mendorong penyusunan bahan ajar muatan lokal di sekolah, agar pelestarian lebih terarah.

Berdasarkan tipologi bahasa, Kaltim masuk kategori C, artinya bahasanya mulai punah dan jarang diajarkan di sekolah. Berbeda dengan kategori A (seperti Bali, Sunda, Jawa) yang masih kuat, atau kategori B yang bahasanya sudah terpengaruh bahasa lain.

“Meski Kaltim berada di tipe C, kami melihat bahasa daerah masih hidup di komunitas. Karena itu, revitalisasi menyasar komunitas, sekolah, guru, siswa, pengawas, hingga pemangku kebijakan,” jelas Yudianti.

Proses revitalisasi dimulai dengan koordinasi bersama pemda, lalu pelatihan penutur jati kepada guru dan komunitas. Selanjutnya, para guru mengajarkan kembali bahasa itu kepada siswa SD dan SMP.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :