Paser, EKSPOSKALTIM – Delapan bulan setelah pembunuhan terhadap tokoh adat Dayak, Russell (60), di Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Paser, jenazahnya akhirnya diautopsi. Proses ekshumasi berlangsung Jumat (11/7/2025) dan jenazah kembali dimakamkan keesokan harinya.
Namun begitu, putri almarhum, Miah, mengaku belum menerima informasi hasil autopsi dari pihak kepolisian. “Baru diautopsi Jumat kemarin, terus dibawa ke rumah sakit dan hari Sabtunya langsung dimakamkan lagi,” kata Miah kepada EKSPOSKALTIM, Selasa tadi malam (15/7).
Autopsi dilakukan atas permintaan keluarga untuk mengetahui penyebab luka pada tubuh Russell. “Kami nggak paham hukum, cuma mau tahu luka-lukanya dari apa,” ujarnya.
Miah juga menyampaikan saat pemakaman pertama ayahnya dimakamkan menggunakan prosesi adat dan keyakinan terdahulunya. Namun setelah autopsi, barulah Russell dimakamkan kembali sesuai keyakinan terbaru korban.
“Waktu itu harus dikubur secara adat, banyak yang nyuruh begitu. Baru kemarin dikubur sesuai agama,” ungkapnya.
Hingga kini, pelaku pembunuhan belum terungkap. Keluarga tidak berani berspekulasi karena minimnya bukti. Mereka hanya berharap keadilan ditegakkan.
Miah menambahkan bantuan sempat datang dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan ke lokasi. Bantuan lain juga diberikan oleh Yayasan Dayak Membangun dari Kalimantan Selatan.
Media ini sudah berupaya menghubungi Kapolres Paser AKBP Novy Adhiwibowo. Belum ada respons. Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yulianto belum menerima informasi ekshumasi ini.
Wapres Pulang, Hauling Muncul Lagi
Setelah kunjungan Wakil Presiden Gibran ke lokasi tragedi Muara Kate sebulan lalu, truk-truk diduga bermuatan batu bara kembali terlihat melintas di jalan nasional Batu Kajang, Paser, Kalimantan Timur.
Dalam video yang beredar Jumat malam (4/7), tiga truk berpelat DA (Kalsel) terekam berjalan beriringan. Warga mencurigai truk bermuatan batu bara.
“Ini tanggal 4, aku sweeping sendirian. Ada tiga truk muatan batu bara berpelat DA,” ujar warga dalam video.
Namun hingga kini, Kepala BPTD Kaltim belum memberi tanggapan atas peristiwa itu.
Tragedi Muara Kate terjadi pada 15 November 2024. Russell tewas ditikam saat berjaga di posko penolak hauling. Rekannya, Anson (55), mengalami luka berat.
Sebelumnya, Ustaz Teddy tewas tertabrak truk tambang pada Mei 2024, disusul Pendeta Veronika yang dilindas truk gagal nanjak pada Oktober 2024. Saat berkunjung ke lokasi tragedi pada 15 Juni 2025, Wapres Gibran meminta PT Mantimin Coal Mining (MCM) menghentikan operasi di Kaltim dan pindah ke jalur hauling milik PT Prima (Jhonlin Group) di Tabalong, Kalsel.
Selama masa transisi, MCM dilarang melintasi jalan nasional. Namun, hanya sebulan berselang, truk-truk tambang kembali terlihat.

