EKSPOSKALTIM, Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, bergerak cepat menangani bencana tanah longsor yang menimpa kawasan permukiman warga di Belimau, Kelurahan Lempake, Samarinda. Ia langsung meninjau lokasi kejadian pada Rabu (14/5) dan menegaskan pentingnya mitigasi menyeluruh berbasis kajian ilmiah.
“Dari aspek morfologi, wilayah ini memang tidak layak huni. Maka perlu segera ditangani melalui mitigasi bencana oleh ahli geologi,” kata Seno Aji di lokasi longsor yang menewaskan satu keluarga berjumlah empat orang.
Sebagai tindak lanjut, Seno telah berkoordinasi dengan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kaltim dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) untuk menyusun kajian teknis kawasan rawan longsor. Hasil kajian tersebut akan disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim untuk menjadi dasar kebijakan relokasi dan pencegahan.
“Hasil kajiannya kami perintahkan ditindaklanjuti BPBD. Harapannya, tidak ada lagi warga yang tinggal di daerah berisiko tinggi,” tegasnya.
Tanah longsor yang terjadi pada Senin (12/5) dini hari tersebut menimpa lima kepala keluarga. Empat orang dari satu keluarga tewas tertimbun, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Pemprov Kaltim juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras, sembako, dan uang tunai. Selain santunan Rp5 juta dari pemerintah provinsi untuk masing-masing keluarga korban meninggal, BPJS turut memberikan santunan sebesar Rp40 juta per korban.
Pemerintah turut menawarkan bantuan pembangunan rumah layak huni bagi korban yang memiliki lahan pribadi.
Salah satu penyintas, Nuraini (27), menceritakan momen mencekam saat kejadian. Ia terbangun karena suara gemuruh dan melihat rumah di depannya roboh tersapu longsor. Ia bersyukur berhasil menyelamatkan diri bersama keluarganya.
Kini, Nuraini mengungsi di rumah kerabat di kawasan Bendungan, Kelurahan Lempake. Ia mengaku trauma dan tidak ingin kembali tinggal di kawasan rawan longsor.

