23 September 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pertumbuhan Ekonomi Lambat, Angka Kemiskinan di Bontang Meningkat


Pertumbuhan Ekonomi Lambat, Angka Kemiskinan di Bontang Meningkat
Kepala BPS Bontang, Widiyantono. (EKSPOSKaltim/Hermawan)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Penduduk miskin di Kota Bontang periode Maret 2020 mencapai 7.910 jiwa. Tingkat kemiskinan itu menyentuh di angka 4,38 persen pada kuartal pertama 2020. Angka itu berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang.

Kepala BPS Bontang, Widiyantono, mengatakan jumlah penduduk miskin di Kota Bontang meningkat 440 jiwa dibanding 2019 di periode yang sama.

Baca juga : Edarkan Sabu, Warga Tanjung Laut Indah Bontang Diringkus Polisi

Kata dia, kenaikan jumlah penduduk miskin di kuartal pertama 2020 besar kemungkinan sebab faktor pandemi. Tak hanya itu, Maret 2020 pandemi mulai melandai di tiap daerah, sehingga berdampak pada pengeluaran rumah tangga yang lebih sedikit.

"Terdampak. Tapi tidak signifikan," ucapnya.

Kata dia, efek pandemi di triwulan pertama masih minim. Sehingga angka kemiskinan tidak begitu signifikan melonjak.

"Karena awal tahun bulan tiga belum terlalu tercermin. Kecuali pendataan tengah tahum mungkin keliatan sekali," terangnya.

Kenaikan angka kemiskinan bisa melonjak, lanjut dia apabila ada kejadian khusus seperti pandemi Covid-19 saat ini. Bahkan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat pengangguran.

Periode yang sama, laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 minus 2,18 persen. Dan tahun berikutnya dengan periode yang sama, mengalami kenaikan capai 2,76 persen.

Baca juga : Disdukcapil Bontang Jemput Bola Rekam e-KTP Bagi Disabilitas dan Lansia

Laju pertumbuhan ekonomi minus, pun berdampak pada tingkat pengangguran terbuka (TPT). Diketahui, sebelum masa pandemi, TPT tahun 2019 berada pada persentase 9,02 persen. Periode sama di tahun 2020 TPT naik hingga 9,46 persen.

Widiyantono menyebut, masa pandemi kegiatan masyarakat dibatasi. Sehingga pendapatan masyarakat menurun. Sehingga dinilai pengeluaran rumah tangga menurun.

"Itulah makanya jumlah penduduk miskin meningkat," terangnya.

Reporter : Hermawan    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0