23 September 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

FSP KEP Soroti Rekrutmen PT KAN, Dinilai Abaikan Naker Lokal


FSP KEP Soroti Rekrutmen PT KAN, Dinilai Abaikan Naker Lokal
Ketua DPC FSP KEP Kota Bontang, Supriyadi. (foto/ist)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Perekrutan tenaga kerja (Naker) yang dilakukan oleh PT Kaltim Amonium Nitrate (KAN), menjadi buah bibir masyarakat Bontang. Pasalnya, pekerja yang mereka datangkan berasal dari luar Kota Bontang. Dengan dalih tenaga kerja terdidik (skill).

Menanggapi hal ini, Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan (FSP KEP) All Industri, Supriyadi, angkat bicara. Ia mempertanyakan keberadaan tenaga skill yang dimaksud. Ia menyayangkan, jika ternyata tenaga kerja yang mereka rekrut dari luar, di lokal (Bontang) juga ada.

Baca juga : PPKM Level 4 Berlaku, Kasus Sembuh Covid-19 di Bontang Bertambah

Jangan karena tidak melanggar Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2018, tentang tenaga kerja, perusahaan jadi tutup mata juga soal keberadaan tenaga skill yanga ada di lokal.

"Perda tersebut memang mengatur tentang tenaga kerja luar 25 % dan tenaga lokal 75 %. Asumsi tersebut boleh saja, apabila kebutuhan tenaga kerja yang dimaksud tidak ada di Kota Bontang. Apabila ada, tentu kan sangat disayangkan bila mendatangkan dari luar dengan berlindung pada Perda itu," kata Yadi, Jumat (30/07/2021).

Yadi menambahkan, di tengah situasi yang serba sulit akibat pandemi Covid-19 ini, perusahaan seharusnya lebih memperhatikan keberadaan tenaga kerja lokal dibanding dari luar, mengingat banyaknya permasalahan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat saat ini.

Senada, Sekretaris DPC FSP KEP Bontang, Supriono, mengatakan moment Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seharusnya dapat dimanfaatkan pemerintah dan stek holder terkait, untuk peningkatan otonomi daerah. Salah satunya dengan melirik potensi lapangan pekerjaan yang ada di wilayah Kota Bontang itu sendiri, sehingga masyarakat tidak perlu keluar daerah hanya untuk mencari pekerjaan.

Baca juga : Tembok Bontang City Mall Nyaris Ambruk, Kontraktor Ogah Disalahkan

"Bila pemanfaatan sektor lapangan kerja yang ada di Bontang dimaksimalkan untuk orang Bontang, kami yakin penyebaran covid akan dapat diminimalisir serta pemberlakuan PPKM tidak begitu parah dampaknya bagi masyarakat," terang Supriono.

"Cukuplah kebijakan PPKM ini sudah menyakiti perasaan warga, jangan lagi persoalan perekrutan tenaga kerja yang harus datang dari luar. Padahal, ada saja kebutuhan skill yang dimaksud perusahaan di kota ini," tandasnya.

Reporter : Asep Suhendar    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

50%0%50%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0