EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Besi penyangga atau diafragma jembatan Kampung Masdarling di Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
Pasalnya, 32 besi penyangga tersebut dicuri. Padahal sebelumya totalnya 46 penyangga untuk menahan beban muatan yang melintas di jembatan tersebut.
Baca juga : Waspada! Kasus Percobaan Penculikan Anak Terjadi di Bontang
“Dari penyangga itu, mampu menahan beban 7 ton. Tapi dengan sisa yang ada, kira kira bisa menampung 6 ton saja,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRK Bontang Bina Antasariansyah, saat ditemui di Cafe Utara, Rabu (7/7/2021).
Dia mengatakan, rencananya akan mengajukan perbaikan jembatan melalui APBD Perubahan. Bahkan pengerjaannya dilakukan secara bertahap, apabila nilai pekerjaannya di atas Rp 200 juta.
“Kita akan PL (penunjukan langsung). Kami masih proses hitung kerugiannya. Mudahan tidak lebih Rp 200 juta,” terangnya.
Jembatan itu, kata dia, dibangun pada 2017 lalu, dengan nilai anggaran berkisar Rp 6 miliar lebih. Diperuntukkan untuk lokasi destinasi wisata kampung Masdarling.
“Saat ini kami masih akan melakukan laporan polisi. Tapi secara lisan kita sudah sampaikan ke Kapolsek Bontang Barat,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia menyebut, pihaknya bakal memasang imbauan pembatasan untuk kendaraan besar, tidak diperkenankan melintas, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga : Lapas Bontang Pastikan Warga Binaannya Tidak Kendalikan Narkoba
“Kita akan berikan plang himbauan untuk mengindari kejadian tidak diinginkan,” tuturnya.
Untuk diketahui, besi yang hilang tersebut ukurannya sama. Masing-masing sekitar 1,5 meter. Besi itu dipasang membentuk silang di bawah jembatan dengan panjang 25 meter, dan lebar 8 meter. Selain besi, baut jembatan itu juga hilang.
“Malingnya masih manusiawi, hilang atasnya aja,” pungkasnya.

