21 April 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pertamina Batal Bangun Kilang BBM Baru di Bontang


Pertamina Batal Bangun Kilang BBM Baru di Bontang
ilustrasi pembangunan kilang minyak. (int)

EKSPOSKALTIM.COM, Jakarta - Meski masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 November 2020 lalu, namun PT Pertamina (Persero) batal membangun proyek kilang bahan bakar minyak (BBM) baru di Bontang, Kalimantan Timur.

Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Soerjaningsih mengatakan, Pertamina sampai saat ini masih mengkaji proyek kilang ini. Pasalnya, masih ada beberapa masalah yang belum ditemukan solusinya dan juga mempertimbangkan pasokan BBM yang telah ada maupun akan meningkat dari proyek kilang lainnya.

Baca juga : Bantuan Kemsos Bergulir, Warga Tanjung Laut Dominasi Penerima di Bontang

"Rencana pembangunan GRR (Grass Root Refinery) Kilang Botang sejak rencana kerja sama Pertamina dengan calon partner berakhir di 2019, ini masih dalam pengkajian," ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (18/1/2021).

Selain itu, lanjutnya, adanya permasalahan mengenai keterbatasan lahan yang dimiliki pemerintah di Bontang saat ini menurutnya tidak mencukupi untuk pembangunan kilang BBM baru.

"Ini masih ada kajian khusus untuk capital expenditure (capex)-nya," jelasnya.

Dia pun menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir dengan pasokan BBM bila kilang BBM Bontang ini tak dibangun karena produksi BBM nantinya dari sejumlah proyek kilang yang tengah dibangun saat ini seperti peningkatan kapasitas kilang yang telah ada melalui Refinery Development Master Plan (RDMP) dan kilang baru lainnya seperti di Tuban, Jawa Timur sudah cukup besar. Bahkan, untuk produksi avtur akan berlebih dan kemungkinan bisa diekspor.

Meski bensin kemungkinan masih akan diimpor, namun menurutnya tidak akan terlalu besar dan jauh menurun dibandingkan saat ini.

"Gasoline (bensin) impor masih cukup tinggi, namun demikian, dengan onstream tahap 1 Kilang Balikpapan, disusul beberapa kilang, di 2020 masih ada impor. Tanpa kilang GRR Bontang, mungkin impor masih, tapi tidak terlalu besar," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengaku sudah melakukan evaluasi terhadap daftar pembangunan kilang dan memastikan Kilang Bontang batal dikerjakan.

"Kita bangun kilang dan upgrade itu kita hitung lagi. Sebelumnya, ada enam kan, empat upgrade dan dua bangun baru. Ini kita koreksi. Kita hanya bangun satu kilang baru dengan upgrade empat kilang existing. Yang baru, Tuban. Bontang kita tidak," kata Nicke Widyawati dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Senin (29/06/2020).

Dia mengatakan, pembatalan ini disesuaikan dengan merosotnya permintaan BBM di dalam negeri. Sementara kilang-kilang lain masih bakal dikerjakan Pertamina.

Pembatalan tersebut juga merupakan konsekuensi dari tidak dilanjutkannya kerja sama dengan perusahaan migas asal Oman, yakni Oman Overseas Oil and Gas (OOG). Kendati demikian, Nicke menyebut Pertamina masih ada kerja sama lain dengan OOG.

Baca juga : Dua Kepala OPD Bontang Terkonfirmasi Covid-19

"Dengan OOG kan juga mundur juga kan. Jadi, ini sesuai demand yang ada. Kita membangun nggak cuma kilang, tapi integrasi juga sama petrochemical," tandasnya.

Kilang Bontang sebelumnya adalah bagian dari enam mega proyek Pertamina yang terdiri dari empat pengembangan kilang existing yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) serta dua kilang baru (Grass Root Refinery/ GRR) Tuban dan Bontang.

Reporter : sumber : CNBC.com    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0