PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tegur Pedagang, Security Pasar Tamrin Bontang Dihadiahi Bogem Mentah

Home Berita Tegur Pedagang, Security ...

Tegur Pedagang, Security Pasar Tamrin Bontang Dihadiahi Bogem Mentah
Arfandi security pasar Tamrin Bontang mendapat perawatan usai dianiaya oknum pedagang. (EKSPOSKaltim/Hermawan)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Sungguh naas bagi Arfandi, salah seorang security Pasar Taman Rawah Indah (Tamrin), Kota Bontang. Karena menegur seorang pedagang, ia dihadiahi bogem mentah.

Insiden yang menyita perhatian pengunjung pasar tersebut terjadi pada Selasa (8/12/2020) pagi tadi, sekira pukul 08.00 Wita.

Baca juga : Keluar dari THM, Pria di Bontang Dihajar Orang Tidak Dikenal

Dari pantuan Closed Circuit Television (CCTV), kejadian itu bermula ketika security berbaju putih itu menegur pedagang yang berjualan di tangga.

Setelah menegur, ia kemudian berlalu pergi. Namun tiba tiba, seorang pria menggunakan kaos oblong berlari memukulnya hingga terjatuh.

Para pedagang sekitar yang melihat aksi itu lalu berlari untuk memisahkan.

“Awalnya menegur supaya jangan berjualan bukan pada tempatnya,” kata rekan Arfandi yang enggan disebut namanya, saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, pihaknya sudah sering menegur agar tak berjualan di tangga, lantaran bisa menganggu keindahan pasar.

Terlebih kata dia, sejak pasar diresmikan sudah dilakukan sosialisasikan tempat- tempat mana saja yang diperbolehkan berjualan. Bahkan ada jatahnya masing-masing.

“Sudah sering ditegur Mas. Tapi tetap berulang,” imbuhnya.

Dari kejadian ini, korban menderita luka di kepala dan mengeluh sakit. Saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS).

Baca juga : Jadi Jualan Paslon Pilkada Bontang, Produta Berat Terealisasi 100 Persen

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Makhfud Hidayat mengatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi atas kejadian penganiyayaan petugas keamanan itu.

Mengingat kejadian tersebut termasuk delik aduan, kata Makhfud, harus ada laporan resmi baru bisa di proses.

“Harus ada laporan dari korban dulu, baru bisa kami tangani,” katanya saat dihubungi melalui whatsapp.


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :