EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Dalam situasi pandemic Covid-19 saat ini, diperlukan inovasi dalam melakukan pembelajaran terhadap siswa. Apalagi di tahun ini, mulai menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Hal ini mendasari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 008 Bontang Utara, menggelar pelatihan pengembangan media pembelajaran dan pengadminitrasian sekolah yang berbasis IT, bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut, Rabu (22/7/2020). Pelatihan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 22-24 Juli 2020.
Baca juga: Plt Camat Bontang Selatan Ajak Tekan Angka Kekerasan Anak
Bertempat di ruang kelas SD 008, Jalan Parikesit, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, pelatihan dibuka Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin.
Saparuddin mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan apapun yang dilakukan sekolah-sekolah dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM). Apalagi dalam situasi pandemic ini, diperlukan inovasi-inovasi sekolah yang mampu memberikan layanan terbaik kepada siswa.
“Pelatihan ini sangat baik untuk peningkatan kualitas guru,” katanya.
Dirinya pun berharap pelatihan seperti ini dapat diikuti semua sekolah di Bontang. Sehingga dalam melakukan pembelajaran daring nantinya mempermudah dalam proses belajar mengajar.
“Sekolah lain sudah ada yang melakukan pelatihan seperti ini, yakni SD 013 Bontang Selatan. Semoga sekolah lain bisa melakukan hal yang sama meskipun durasinya tiga hari saja,” harapnya.
Sementara itu, Kordinator Kurikulum SD 008 Bontang Utara, Satna mengatakan dalam situasi ini diperlukan pengembangan dalam melakukan pembelajaran yang berbasis IT. Mengingat dalam tahun ajaran ini menggunakan metode daring.
Baca juga: Komisi III DPRD Bontang Tindaklanjuti Perencanaan Peningkatan Jalan Asmawarman
“Kemampuan kita masih minim, jadi kita harus mencari tau, sehingga mengerti dalam menggunakan metode daring, dengan mendatangkan pemateri yang berkompeten di bidangnya,” ungkap Satna.
Dalam pelaksanaan pelatihan ini, dia berharap para guru mengerti dan memahami pembelajaran menggunakan IT. Sehingga dalam memberikan tugas dapat dipahami langsung oleh siswa.
“Walaupun anak di rumah, proses pemberlajaran tetap berjalan dengan baik. Bukan itu saja, komunikasi antara guru dengan orang tua bahkan siswa terjalin dengan baik,” tutupnya.(adv)

