EKSPOSKALTIM, Bontang - Pulau Beras Basah memiliki kesan tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun luar Kota Bontang. Hingga, banyak yang menyayangkan jika destinasi wisata kota Bontang yang satu ini sampai ditutup. Salah satunya, datang dari wisatawan asal Kota Samarinda, Natalia.
Menurut Natalia, Beras Basah menanamkan nilai positif tersendiri bagi siapapun yang pernah mengunjunginya. Apalagi, pulau Beras Basah ini sudah menjadi ikon Kota Bontang.
“Wah, sayangnya kalau ditutup. Padahal baru kali ini saya berencana merasakan kenyamanannya (Pulau Beras Basah. red). Jika mendengar penyampaian dari teman-teman saya yang sudah pernah berkunjung ke Beras Basah, kebanyakan selalu bilang kalau Beras Basah itu bagus dengan pasir putihnya, kejernihan airnya, dan juga termasuk memiliki habitat ikan yang masih terjaga, seperti kebanyakan gambar yang diunggah di media sosial,” kata Natalia di Pelabuhan Tanjung Laut Indah, saat hendak menuju ke Beras Basah bersama rombongannya, Senin sore (27/06/2016) kemarin.
Sore itu, Natalia bersama ke 14 orang temannya, Mahasiswa Universitas Mulawarman (UNMUL) Kota Samarinda, Semester 3 Jurusan Farmasi, berencana berwisata kepulau Beras Basah untuk memanfaatkan momen hari libur dibulan Puasa dengan menikmati suasana pulau itu.
“Saya bersama teman-teman, mau ke pulau Beras Basah sore ini. Kami star langsung dari Samarinda pagi tadi bersama 14 orang teman saya, semua dari Unmul Samarinda. Rencananya, kami akan menginap semalam disana. Ingin melihat keindahan suasananya, terutama fenomena matahari terbit dan tenggelam. Kalau jadi di tutup, berati ini pengalaman pertama dan terakhir saya di pulau Beras Basah,” terang dia.
Meski begitu, Natalia berharap penutupan Beras Basah nantinya tidak akan berdampak negatif ke berbagai pihak terkait. Setelah Beras Basah tidak ada, kata dia, mungkin akan lebih bisa mengoptimalkan Pulau Segajah yang keindahannya tidak kalah seperti Wisata Pulau Maldives di Srilangka.
“Ya, semoga Beras Basah ada gantinya, sayang sekali. Sebenarnya saya tidak mengerti betul alasannya apa, tapi saya berharap dengan ditutupnya Beras Basah semoga masyarakat tidak kontra terhadap pemerintahannya. Mungkin saja sudah melalui pertimbangan yang matang, dan itu adalah yang terbaik,” tutupnya.

