EKSPOSKALTIM, Bontang - Pelayanan kesehatan di Kota Bontang terus ditingkatkan. Ada inovasi agar masyarakat bisa merasakan manfaat dari program pemerintah bidang kesehatan, khususnya yang dilaksanakan melalui layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, mengingat layanan kesehatan ini merupakan salah satu layanan yang wajib didapatkan oleh setiap warga negara Indoensia termasuk di Kota Bontang.
Untuk memastikan layanan kesehatan dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kartu Indonesia Sehat (KIS), melalui BPJS, Pemerintah Kota Bontang bersama Forum Kemitraan BPJS Kota Bontang, menggelar rapat evaluasi pelaksanaan implementasi program JKN-KIS BPJS di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota Bontang Jalan Moch Roem Selasa (28/6/2016).
Rapat yang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase ini dihadiri Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Emlizar Muchtar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Hj Indriti Asad, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Bontang Abdu Safa Muha, Kepala Cabang BPJS Samarinda Muhammad Fahriza, Kepala BPJS Kota Bontang Rio, serta perwakilan Rumah Sakit (RS) yang menjadi anggota dari Forum Kemitraan BPJS Kota Bontang.
Rapat Forum Kemitraan BPJS Kota Bontang ini mendapat apresiasi khusus dari Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase. Diharapkannya, melalui Rapat Forum Kemitraan BPJS ini mampu meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Bontang, sehingga layanan kesehatan ini tidak dikeluhkan lagi oleh masyarakat. Selain itu, layanan kesehatan ini menurutnya sangat perlu dilakukan inovasi, sehingga kemudahan untuk mendapatkan kesehatan diseluruh rumah sakit yang menjadi mitra BPJS, bisa didapatkan dengan baik dan layak.
Dengan adanya rapat seperti ini kata Wawali, Ia yakin layanan kesehatan melalui BPJS bisa semakin lebih baik. Dan melalui rapat ini pula, bisa dilakukan perbaikan dan evaluasi serta membahas masalah-masalah yang kerap di temukan dalam layanan kesehatan, sehingga kedepan masyarakat bisa merasa puas dengan program kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bontang.
“Insya Allah, kami akan terus berkomitmen untuk memberikan dan berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik untuk masyarakat Kota Bontang. Tidak hanya di bidang kesehatan saja, akan tetapi diseluruh bidang aspek pendukung kehidupan masyarakat Bontang,” ungkapnya.
Wawali juga menegaskan bahwa seluruh masyarakat yang memiliki identitas sebagai warga Kota Bontang, berhak dan harus mendapat layanan kesehatan secara gratis, baik melalui BPJS ataupun Jamkesda karena hal tersebut merupakan kewajiban pemerintah untuk memenuhinya.
Senada dengan Wawali, Kepala Cabang BPJS Samarinda Muhammad Fekhriza juga menyatakan, layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Kota Bontang harus terus ditingkatkan, dan hal tersebut telah dilakukan, dimana pemerintah Kota Bontang tercatat sebagai salah satu kota di Indonesia yang pertama menerapkan sistem kepasitas berbasis komitmen pelayanan.
“Berdasarkan catatan kami, dari 161,489 penduduk Bontang, 80 persennya telah menjadi anggota BPJS. Dan tidak hanya itu, Pemerintah Kota Bontang secara rutin dan tepat waktu melakukan pembayaran iuran BPJS masyarakatnya. Ini menandakan keseriusan pemerintah Kota Bontang untuk memberikan layanan kesehatan yang prima kepada masyarakatnya,” katanya.
Dan salah satu layanan prima yang diberikan oleh pemerintah melalui BPJS Kesehatan ini adalah, dengan membuka Posko mudik layanan kesehatan disetiap Rumah Sakit yang menjadi Mitra BPJS di Kota Bontang, selama tujuh hari sebelum lebaran hingga tujuh hari setelah lebaran. Melalui Posko tersebut, masyarakat bisa langsung berobat di rumah sakit termasuk layanan emergensi, maupun non emergensi. (*)

