EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Anggota Komisi I DPRD Bontang, Ma’ruf Effendi kecewa lantaran masih ada sekolah yang menggelar belajar mengajar dalam dua hingga tingga sesi. Sekolah tersebut antara lain SMPN 02 Bontang, dan SDN 009 Lok Tuan. Ini terjadi lantaran kedua sekolah tersebut kekurangan ruang belajar (Rumbel).
Kondisi itu diketahuinya usai mendengar laporan Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Akhmad Suharto, dalam rapat koordinasi yang digelar di Sekretariat DRPD Bontang, Senin (28/10/2019) siang.
Dari itu, Ma’ruf Effendi menantang Disdikbud Bontang membuktikan apakah benar 20 persen dari APBD Bontang dialokasikan untuk pendidikan.
Menurutnya, bila hal ini dibiarkan, praktis kualitas pendidikan di sekolah bersangkutan terabaikan. Sekolah yang menggelar belajar-mengajar satu sesi penuh saja kualitasnya masih bisa disangsikan. Terlebih sekolah yang membagi kelas dalam beberapa sesi.
"Pendidikan ini urusan wajib. Tidak boleh ada sekolah yang bisa sampai double bahkan tiga shift. Enggak banyangkan saya kualitasnya [Pendidikan] kalau begitu," keluh Maaruf Effendi usai rapat.
Dengan fakta adanya sekolah yang masih kekurangan ruang belajar (Rumbel), Maaruf kemudian meminta Disdikbud Bontang mendetailkan kemana saja 20 persen anggaran pendidikan dari APBD Bontang dialokasikan. Bila sudah, Komisi I DPRD Bontang dapat menggelar sidak ke sekolah.
"Pendidikan ini harus jadi prioritas. Kenapa, karena pendidikan adalah urusan wajib pemerintah," tegasnya. (adv)

