23 November 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Mantan Kadis Pasar Samarinda Ditahan Kejaksaan Perihal Korupsi Proyek Pasar Baqa


Mantan Kadis Pasar Samarinda Ditahan Kejaksaan Perihal Korupsi Proyek Pasar Baqa

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Samarinda, menahan mantan Kepala Dinas (Kadis) Pasar Kota Samarinda, Sulaiman Sade, Selasa, 8 Oktober 2019. Penahanan tersebut atas dugaan tindak pidana korupsi pembangunan proyek Pasar Baqa di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, dengan nilai proyek sebesar Rp 17 miliar.

Sulaiman Sade merupakan Kuasa Pemegang Anggaran (KPA), dalam anggaran Pembangunan Pasar Baqa, APBD Samarinda tahun 2014- 2015 silam.

saat ini, ia menjabat di Pemkot Samarinda, dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda.

Baca Juga: Disdik Kutim Lepas 2 Siswa Lomba Pentas PAI Tingkat Nasional

Ia ditahan bersama mantan anak buahnya, yakni Miftachul Choir selaku Pejabat Pengawas Teknis Kegiatan (PPTK), dan Said Syahruzzaman sebagai kontraktor proyek pasar tersebut.

Ketiganya telah menyandang status tersangka sejak 28 November 2018 lalu. Namun baru ditahan 8 Oktober 2019.

Sebelum ditahan, ketiganya telah menyandang status tersangka pada 28 November 2018. Penahanan baru dilakukan setelah 11 bulan kemudian. pemeriksaan dugaan kasus korupsi yang menjeratnya dilakukan di Kantor Kejari Samarinda, Jl M Yamin, sejak pukul 09.15 hingga 11.30 Wita.

Usai diperiksa, Sulaiman Sade yang memakai pakaian dinas ASN langsung memakai pakaian orange. Dihadapan awak media yang menunggunya, Sulaiman irit bicara. Ia tak mengindahkan pertanyaan awak media perihal kasusnya.

"Kaina dulu," singkatnya yang lantas digiring petugas menuju bus tahanan. Dua rekannya turut dibawa menuju Rutan Kelas IIA Sempaja.

Baca Juga: Bandara APT Pranoto Samarinda Dipastikan Kembali Beroperasi

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus Kejari Samarinda, Zainal Effendi mengatakan, penahanan ketiganya dilakukan hingga 20 hari kedepan, terhitung hingga 27 Oktober mendatang.

"Hingga berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan," jelasnya.

Kejari menahan ketiganya, karena dugaan adanya kekurangan volume fisik dan beberapa item yang tidak sesuai terhadap proyek Pembangunan Pasar Baqa.

"Setelah diaudit, diduga ada kerugiaan negara sekitar Rp 2 miliar," jelasnya.

Kendati demikian, ia menyebut jumlah kerugian bisa saja terus bertambah. "Karena tim ahli masih melakukan kajian terhadap sejumlah item proyek yang dikerjaan tersebut," imbuhnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Salaiman Sade, Sabam Bakara kepada waratawan menegaskan, pihaknya akan mendampingi kliennya dalam proses hukum. Namun saat ini, dirinya masih melakukan diskusi dengan pihak keluarga dan tim penasihat. Apakah akan dilakukan upaya penangguhan penahanan atau pengalihan penahanan.

“Kami mengikuti prosedur saja, agenda hari ini hanya pemeriksaan tambahan. Penahanan ini terhitung dari hari ini hingga 20 hari ke depan,” tandasnya.

Baca Juga: Dewan Kaltim Usulkan APBD Lebih Transparan

Pasar Baqa yang memiliki 339 petak ini, terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang. Telah ada sejak tahun 1970.

Pemkot Samarinda melakukan renovasi pasar tersebut pada tahun 2014. Kala itu, dialokasikan sebesar Rp 17 miliar dari ABPD Samarinda 2014-2015.

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0