EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Kepala Bagian Perbendaharaan dan Akutansi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang, Mohammad Rudyanur menilai kehadiran aplikasi E-Finance sangat menunjang kinerjanya.
"Ini sangat membantu sekali karena semua proses transaksi keuangan ditiap Perangkat Daerah dapat terekam di E-Finance dan terintregasi langsung ke BPKAD," ujarnya saat ditemui, Selasa 20 Agustus 2019.
Ia mengatakan jika saat melakukan transaksi terdahulu harus membuat laporan manual dalam bentuk lembaran hard copy. Kehadiran aplikasi E-Finance sebagai bentuk realisasi smart city. Kian mempermudah pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bontang.
"Jadi pada saat mereka melakukan input data dan disahkan oleh pejabat yang berwenang ditiap OPD, sudah dapat direkapitulasi serta diakses BPKAD," imbuhnya.
Berbicara jaminan keamanan atau security data, Rudi--sapaannya, menjawab hal itu relatif. Sebab, aplikasi merupakan sistem buatan yang bertujuan mempermudah penggunanya.
Sehingga, gangguan server pada saat proses peng-upload-an data pun masih ditemui. Meski pihaknya sudah memiliki bagian IT sebagai security khusus menangani hal ini.
"Aplikasi E-Finance mengikuti tuntutan zaman karena akutansi itu berbasis akrual. Artinya, pada saat melakukan transaksi, ada pencatatan yang harus segera dilakukan," ungkapnya.
Saat ini yang masih diintegrasikan itu ialah sistem aplikasi untuk Aset. Setiap bulan, para user E-Finance pun rutin melakukan pertemuan terkait rekonsiliasi belanja dan setiap triwulan dilakukan rekonsiliasi Barang Milik Daerah (BMD) dan Persediaan. Disamping itu agar para user semakin mumpuni mengoperasikan aplikasi buatan PT. Solusi Teknologi Informasi yang berasal dari Jakarta itu.
"Kami berharap agar peng-input data (user) harus lebih berhati-hati agar tidak ada kekeliruan. Dikarenakan yang diinput merupakan kombinasi angka-angka," pesannya.(adv)

