EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang menindaklanjuti dengan serius permintaan Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK untuk mengintegrasikan beberapa aplikasi peng-input-an data
"Ada dua aplikasi di BPKAD Bontang yang saat ini sedang tahap penyempurnaan," ujar Faisal, Kasub bidang penatausahaan dan inventerisasi BMD (Barang Milik Daerah) BPKAD Bontang, 20 Agustus 2019.
Proses integrasi SIM (Sistem Informasi Manajemen) Aset atau pengelolaan barang milik daerah(BMD) dan SIM Persediaan ke E-Finance yang sudah ada pemenang tendernya.
Lebih lanjut dijelaskan, hal ini merupakan tindak lanjut dari Korsupgah KPK dan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengharuskan adanya integrasi terhadap penata usahaan barang milik daerah dan keuangan. Sehingga, nantinya tidak ada proses input data berulang karena pada saat memasukkan data barang, otomatis terisi di data keuangan.
"Akuntabilitas yang dilakukan BPKAD, tahun ini akan melakukan integrasi aplikasi tersebut," terangnya.
Sebab, sejauh ini beberapa aplikasi yang digunakan belum terintegrasi dengan E-Finance. Sehingga, pengurus barang memberikan data hasil rekonsiliasi kepada pejabat penyusun keuangan mereka, harus menilik ulang jurnal.
Melalui sistem yang terintegrasi nanti diharapkan dengan satu kali proses input, data sudah secara otomatis diolah sistem. Proses integrasi inipun masih tahap demi tahap berjalan. Dikatakan Faisal, usai adanya kontrak kerjasama dengan pihak ketiga, barulah dimulai simulasi-simulasi atau pemberlajaran khusus kepada User ditiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Masa kerja di kontrak dua bulan. Namun harapan kami satu bulan setelah persiapan aplikasi sudah ada transfer knowladge," pintanya.
Pun demikian, BPKAD Bontang tak akan begitu saja meniadakan aplikasi yang sudah ada sebelumnya. Secara simultan tetap berjalan memenuhi kebutuhan pegawai dalam pelaporan keuangan agar tidak terjadi selisih data sebelumnya.
"Target tahun ini aplikasi sudah dapat dioperasikan. Aplikasi sebelumnya diupdate sesuai kebutuhan," ujarnya.(adv)

