18 Januari 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!

Hadapi Wabah Difteri, Pemkot Samarinda Bakal Gelar Vaksin Massal di Sekolah


Hadapi Wabah Difteri, Pemkot Samarinda Bakal Gelar Vaksin Massal di Sekolah
Ilustrasi vaksin difteri. (foto:int)

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Kabar meningkatnya pasien penderita difteri di Kota Samarinda sudah sampai kepada jajaran Pemkot Samarinda. Sekretaris Kota (Sekkot) Pemkot Samarinda, Sugeng Chairuddin menyatakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), untuk mengambil langkah-langkah mencegah dan mengantisipasi.

“Kami sedang menyiapkan konsep untuk menyampaikan kepada walikota untuk segera memberlakukan status KLB (Kejadian Luar Biasa),” katanya, kepada wartawan, di Balaikota, Jumat (12/1) kemarin.

Menurutnya, penetapan status KLB tersebut untuk memberikan warning kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Ia meyakini, dengan adanya status tersebut dapat menjawab kesimpang-siuran informasi di tengah masyarakat.

Baca: Dinkes Samarinda Keluarkan Surat Edaran Antisipasi Difteri

Tak hanya itu, kata dia, Dinkes telah melakukan upaya pencegahan dengan menyasar ke pelbagai daerah yang sudah terjangkit. Dari 18 pasien yang sudah di tangani di RSUD AW Sjahranie, pihaknya sudah mengetahui dimana-mana lokasi tempat tinggal pasien tersebut.

“Tujuannya agar dapat waspada berinteraksi. Juga akan disosialisasikan untuk segera imunisasi untuk yang punya bayi atau balita. Tapi masyarakat tenang, jangan panik. Karena difteri ini ada obatnya,” ujarnya.

Ia meminta kepada seluruh masyarakat kota Samarinda untuk tidak gegabah menghadapi kejadian wabah ini. “Kami sedang lakukan upaya untuk agar penyebarannya bisa ditekan,” tegasnya.

Terpisah, Plt Dinkes Kota Samarinda, Rustam, saat dihubungi mengaku pihaknya berencana melakukan vaksin di lingkungan sekolah. Sebab, dari 8 dari 18 kasus yang ditemukan tersebut positif, diantaranya adalah pelajar. Hal ini berdasarkan informasi dari pihak RSUD AW SJahranie.

Baca: Pasien Difteri di RSUD AWS Bertambah Jadi 18 Orang

“Kami akan memberikan vaksin kepada 1.300 siswa, guru, satpam dan seluruh petugas di sekolah. Termasuk penjual di kantin,” terangnya. Direncanakan tahap vaksin ini akan dimulai dari sekolah yang siswanya sudah positif menderita difteri, dan perlahan akan menyeluruh ke semua sekolah di Kota Samarinda.

Dia berharap, masyarakat khususnya orangtua dapat memberlakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Termasuk sadar akan imunisasi. “Karena virus difteri ini biasanya menyerang seseorang yang tidak melakukan imunisasi. Ini penting untuk mencegah penularan difteri,” katanya.

Sementara untuk gejala difteri, kata dia, gejala awal tertular difteri sulit untuk dispesifikasikan. Misalnya seperti demam, nafsu makan menurun, lesu, nyeri menelan dan nyeri tenggorokan. “Difteri memiliki tanda khusus berupa selaput putih abu-abu di tenggorokan atau hidung yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher,” pungkasnya. (*)

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: DPC Hanura Bontang Serahkan Bantuan Sembako kepada Korban Kebakaran di Berebas Pantai

ekspos tv

VIDEO: Sambut Tahun 2018, Kepala Adat Besar Kutai Kutim Ajak Paguyuban Tingkatkan Kebersamaan

ekspos tv

VIDEO: Awali Tahun 2018, Disporapar Bontang Tempati Gedung Baru

ekspos tv

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0