EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi melakukan kunjungan ke Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Senin (22/4) lalu.
Bersama rombongan dari OPD Pemprov Kaltim dan sejumlah awak media, Wagub didampingi Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang berserta jajarannya.
Sesuai rencana, kunjungan kerja ini dilakukan tidak lain untuk melihat langsung dan monitoring lokasi pembangunan pabrik semen di kawasan Desa Sekerat dan Desa Selangkau. Sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di kawasan tersebut.
Baca juga: 91 SMP Negeri dan Swasta se-Kutim Laksanakan USBN
Wagub Hadi Mulyadi menegaskan Pemprov Kaltim berusaha hadir untuk masyarakat dengan melakukan percepatan pembangunan diseluruh wilayah Kaltim. Tidak terkecuali di Kutai Timur, tepatnya di Desa Sekerat dan Desa Selangkau, Kaliorang.
Membangun wilayah Kaltim yang sangat luas, menurut Hadi, tidak bisa hanya mengandalkan APBD ataupun APBN saja. Namun demikian, perlu kerjasama investasi menggunakan dana swasta.
Diketahui, Desa Sekerat dan Desa Selangkau ini merupakan dua desa yang berada di kawasan Gunung Sekerat. Dimana Pemerintah Provinsi Zhejiang - Tiongkok melalui HongShi Holding berkeinginan untuk berinvestasi membangun pabrik semen di kawasan dua desa tersebut.
"Siapapun atau dari manapun yang akan investasi di wilayah Gunung Sekerat ini jika tidak sesuai dengan wawasan lingkungan maka kita akan larang. Namun jika benar berwawasan lingkungan, maka kita akan menerima investasi tersebut," kata Hadi, dari rilis resmi yang diterima media ini.
Usai berdiskusi di Desa Sekerat, Wagub Hadi beserta rombongan ikut menemui warga Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang yang berjarak kurang lebih 11 kilometer dari Desa Sekerat.
Baca juga: Bantah Calegnya Lakukan Politik Uang, Nasdem Berdalih Dana Saksi
Sama halnya dengan pertemuan sebelumnya, mayoritas warga sangat ingin pembangunan pabrik semen dipercepat, dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dengan terbukanya lapangan kerja dan akses jalan di lingkungan mereka.
"Yang jelas tidak menggangu aliran air yang menjadi sumber air baku KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan dan lingkungan desa sekitar. Pasti adanya transfer knowledge kepada masyarakat. Jika jadi nantinya kita rekomendasikan namanya pabrik semen SS (Sekerat Selangkau). Karena memang wilayah pabriknya di antara Desa Sekerat dan Selangkau," ucap Hadi di hadapan warga Desa Selangkau.
Sementara itu, Wabup Kutim Kasmidi Bulang menuturkan, Pemkab Kutim maupun masyarakat sudah menantikan investasi yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di kawasan Gunung Sekerat.
"Di Kutai Timur tidak ada masalah. Masyarakat menerima bahkan ingin cepat dibangun pabrik semen tersebut. Namun tentunya yang berwawasan lingkungan dan benar-benar memperhatikan masyarakat di lingkungan sekitarnya," kata Kasmidi. (*)

