EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi direncanakanan bakal meninjau kawasan Karst dan Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur.
“Jadwal kunjungan sudah ditetapkan 22-23 April ini. Jika Wagub tidak ada agenda lain. Maka, kunjungan siap dilaksanakan," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setprov Kaltim, Ichwansyah, saat ditemui di kantor Gubernuran, belum lama ini.
Baca juga: FJB Sapa SMK Negeri 1 Bontang, Beri Pelatihan Jurnalistik
Diketahui, sebelumnya terjadi aksi massa dari mahasiswa dan akademisi perihal penolakannya terhadap rencana pembangunan pabrik semen di kawasan Karst Kutai Timur.
Ichwansyah tak menampik jika kunjungan kerja wagub menindaklanjuti masukan dari masyarakat tersebut. Kata dia, tujuan kunjungan ini meninjau kawasan bentang alam Karst dan rencana pembangunan pabrik semen PT Kobexindo Cement.
“Wagub juga akan meninjau MBTK, termasuk pembangunan Bendungan Marangkayu Kukar. Sekaligus memastikan kondisi mata air baku Sekerat di wilayah Kabupaten Kutai Timur serta progres pembangunan Bendungan Marangkayu,” jelasnya.
Diagendakan kunjungan hari pertama dari Samarinda ke Sangatta langsung ke Kawasan Karst Kutai Timur. Kemudian menuju lokasi mata air Sekerat Maloy lanjut ke Sangkulirang untuk beristirahat. Kemudian hari kedua dari Sakulirang menuju KEK Maloy. Setelah dari Maloy rombongan menuju Bendungan Marangkayu Kukar lanjut kembali ke Samarinda.
Baca juga: Anggota DPRD Kutim Herlang Tepis Isu Ditangkap Bawaslu
“Kunjungan merupakan program yang telah direncanakan. Dengan tujuan melihat dan monitoring kondisi pembangunan daerah di Kaltim. Khususnya wilayah Kutai Timur,” bebernya.
Kata dia, kunjungan bukan hanya mengetahui kondisi kawasan karst. Tetapi melihat bagaimana progres pembangunan strategis nasional seperti Bendungan Marangkayu dan KEK Maloy.
Diharapkan, dari kunjungan tersebut pihaknya menemukan progres dan kondisi persoalan di lapangan untuk menjadi bahan pembahasan untuk segera diselesaikan. "Jadi, kunjungan ini sudah kita rencanakan sejak jauh hari," tandasnya. (*)

