PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Viral Petani Penajam Kalahkan Gaji Menteri, Wagub Kaltim: Ada Sumber Lain

Home Berita Viral Petani Penajam Kala ...

Viral Petani Penajam Kalahkan Gaji Menteri, Wagub Kaltim: Ada Sumber Lain
Menteri Amran saat berpose dengan Abimanyu. Foto: Adpim Pemprov Kaltim

Balikpapan, EKSPOSKALTIM – Nama Abimanyu, petani berusia 24 tahun asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), jadi buah bibir. Ia mengklaim mampu meraup penghasilan hingga Rp24 juta per bulan dari sektor pertanian. Capaian itu bahkan disebut melampaui gaji seorang menteri yang berkisar Rp18 juta per bulan. Namun, belakangan cerita tersebut mulai menuai tanda tanya.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, angkat bicara. Ia meluruskan bahwa penghasilan Abimanyu bukan semata dari hasil panen padi. “Yang dihitung kemarin tidak hanya pendapatan dari beras, tapi juga dari menyewakan traktor yang bisa digunakan oleh anggota kelompoknya sampai lima hektare per hari,” ujar Seno kepada EKSPOSKALTIM, Minggu (11/5).

Beredar rumor pernyataan ini diduga hanya sekadar "rekayasa pencitraan" demi menarik simpati Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat kunjungan ke Desa Gunung Mulia, PPU, Jumat (9/5). Konon, pencapaian Abimanyu sengaja ditonjolkan agar pemerintah pusat mengguyur lebih banyak bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ke Penajam.

Menanggapi isu tersebut, Seno enggan berspekulasi. “Saya belum dengar [soal adanya desakan kepada petani]. Tapi dari pertemuan kemarin, tidak ada penambahan alsintan hanya karena laporan petani tersebut [Abimanyu],” tegasnya.

“Yang jelas, seluruh alsintan tetap dalam kontrol penyuluh (PPL), dan target swasembada pangan Kaltim harus tercapai tahun depan. Kami akan pantau progresnya dari hari ke hari,” tambah Seno.

Menteri Amran Terpukau, Abimanyu Bicara Lugas

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman terang-terangan memuji Abimanyu. Dalam forum terbuka bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Bupati Penajam Mudyat, Amran menyebut penghasilan Abimanyu sebagai bukti nyata bahwa sektor pertanian bisa menjanjikan, bahkan bagi generasi milenial.

“Kami terharu. Ini contoh sukses yang bisa menarik anak muda kembali ke sektor pertanian,” ujar Amran, Jumat 9 Mei saat kunjungan kerja ke Desa Gunung Mulia, Penajam. 

Dalam forum tersebut, Abimanyu menyampaikan bahwa pendapatan Rp24 juta ia peroleh dari satu hektare lahan pertanian yang dikelola secara modern dan hasil panennya kini langsung dijual ke Bulog, bukan ke tengkulak. "Sekarang sudah tidak ada lagi mafia mafia tengkulak," jelas Abimanyu.

Ia mengaku awalnya enggan menjadi petani, namun termotivasi setelah bergabung dalam program Brigade Pangan dari Kementerian Pertanian. Abimanyu juga menjelaskan bahwa dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), satu unit bisa menggarap hingga lima hektare per hari. Dengan kalkulasi hasil Rp800 ribu per hektare per hari, ia bisa mengantongi Rp4 juta—belum termasuk potongan biaya produksi seperti BBM, perawatan, dan suku cadang.

Akademisi: Jangan Disederhanakan

Pernyataan Abimanyu dan reaksi pemerintah menuai komentar kritis dari akademisi Universitas Mulawarman, Purwadi. Ia mengingatkan agar publik tidak terjebak pada narasi bahwa siapa pun bisa dengan mudah meraup puluhan juta dari bertani.

“Pertanian bukan sekadar menanam dan menjual. Harus dijelaskan produk apa yang dijual, berapa harga beli Bulog, bagaimana perhitungan biaya operasional hingga aspek perpajakannya,” jelasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :