EKSPOSKALTIM, Kutim- Sekitar 64 lebih desa yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menjadi langganan banjir bila luapan air dari Sungai Mahakam. Kondisi ini menjadi perhatian khusus Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim H Syarifuddin Ham.
Menurutnya, luapan air sungai yang menyebabkan banjir bukan akibat dari curah hujan yang tinggi, melainkan keterbatasan infrastruktur pendukung seperti jalan dan parit.
Maka untuk itu, peningkatan jalan dan jembatan beton selain sebagai penghubung desa dan kecamatan, juga dapat meminimalisasi dampak banjir. Solusi ini dipandang perlu untuk direalisasikan pembangunannya.
"Saya berharap pemerintah memperbaiki sarana jalan dengan beton bukan aspal, karena apabila dengan aspal ketahanannya pasti tidak akan lama. Jembatan juga mempermudah akses pengendara dan masyarakat yang ingin berpergian ke desa, kecamatan bahkan ke kota," ujarnya, Selasa (15/5) siang.
Selain itu, ia juga menyarankan pemerintah agar masalah banjir ini dapat diminimalkan dengan pembangunan jalan beton seperti di Kutai Kartanegara.
"Masalah banjir ini ada di daerah persiapan pemekaran. Namun sekarang ini jalanan yang dilalui itu masih tanah, jadi bagi masyarakat yang mau bepergian kesulitan melewati itu. Kalau jalannya dibeton seperti di Kukar, saya rasa tidak ada hambatan lagi bagi masyarakat," pungkasnya. (adv)

