EKSPOSKALTIM, Bontang- Pemilihan Walikota Bontang memang telah berlalu, namun kisah perjuangan orang-orang yang terlibat dipentas pesta demokrasi yang digelar 9 Desember 2015 lalu belum usai hingga saat ini.
Semangat dan Kerja keras Neni Moernaeni dalam berjuang untuk menjadi orang nomor satu, yang diharapkan bisa membawa perubahan di Kota ini. Sepertinya menularkan energi positif bagi siapapun yang berada disekitanya yang senantiasa mendampingi langkahnya dalam menempuh setiap proses demi proses hingga dilantik menjadi wailkota bontang pada tanggal 23 Maret 2016 lalu.
Brigadir Polisi (Brigpol) Susi Mayung Allo, Salah satu Anggota Polwan di Polres Bontang ini, merupakan salah satu orang yang mengagumi kerja keras Bunda Neni (Sapaan Akrab Neni Moernaeni).
Kepada eksposkaltim.com, Susi pun mengenang saat dirinya dan temannya yakni Brigpol Luluk Femina Purwaningrum, saat didapuk oleh Departemennya untuk menjadi pengawal pribadi (Walpri) calon Walikota Bontang, sejak awal Juli 2015 lalu. Menjadi pengawal pribadi Bunda Neni, menjadi sesuatu yang tak akan pernah ia lupakan bersama temannya itu.
Bagaiman tidak? Kebersamaannya dengan Bunda Neni yang terbilang cukup lama yakni 5 bulan, siang dan malam ia dan temannya mendampingi perempuan yang sekarang menjabat Walikota ini tanpa mengenal rasa lelah.
Susi menuturkan, bahwa Neni Moernaeni merupakan wanita yang memiliki tipikal pekerja keras dan tak kenal waktu, dalam menuangkan ide-ide cemerlangnya guna membangun Kota Bontang, agar kedepan lebih baik. Bahkan keduanya mengerahkan tenaga ekstra untuk mengimbangi semangat kerja keras Bunda Neni.
“Bunda itu pekerja keras, gak kenal hujan, panas, tetap aja dia pergi. terkadang ia tidur sambil duduk karena kelelahan dengan agenda yang dihadirinya.” Kenang perempuan kelahiran Bontang 8 Desember 1984 silam ini.
Senada dengan susi, Brigpol Luluk Femina Purwaningrum mengungkapkan, penilaian yang sama akan sosok Bunda Neni. Bagi Luluk, menurutnya Bunda Neni adalah perempuan yang selalu memikirkan cara untuk membuat Kota Bontang menjadi lebih baik lagi.
“Saya tidak bisa berkata apa-apa jika bahas Bunda, yang jelas Bunda adalah wanita pekerja. Terkadang kami sampe nangis, kalau lihat bunda tertidur pulas, tiba-tiba saja terbangun karena harus berangkat memenuhi undangan masyarakat,” Ujar wanita kelahiran Banjarmasin, 7 Juni 1987 silam ini.
Kendati tugas menjadi pengawal pribadi (Walpri) kedua Brigpol cantik ini telah selesai sejak 1 April 2016 ini, namun mereka mengakui bahwa setiap langkah, waktu, dan tenaga dalam mengawal Bunda Neni, akan menjadi pengalaman yang tak pernah mereka lupakan.
“Tugas kami sudah selesai, kini kami kembali dengan seragam kami dan bertugas sebagai pengayom, pelayan dan pelindung masyarakat lagi.” Tutup Luluk. (*)

