PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sitaan Narkoba di Kaltim Melonjak 1.650 Persen

Home Berita Sitaan Narkoba Di Kaltim ...

Pengungkapan tersebut diraih di tengah keterbatasan anggaran, personel, dan sarana pendukung.


Sitaan Narkoba di Kaltim Melonjak 1.650 Persen
ILUSTRASI sejumlah pengguna sabu diamankan Tim BNN Kaltim. Foto: Koran Kaltim

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BNNP Kaltim) mencatat lonjakan drastis temuan narkotika sepanjang 2025. Total barang bukti sabu yang disita mencapai 42.420,32 gram atau sekitar 42,4 kilogram.

Kepala BNNP Kaltim Brigadir Jenderal Polisi Rudi Hartono menyebut jumlah tersebut melonjak sekitar 1.650 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 3.903,8 gram atau 3,9 kilogram sabu.

“Secara kuantitas, kasus yang diungkap sebanyak 39 berkas perkara dengan 36 tersangka. Namun, barang bukti yang diamankan meningkat signifikan,” kata Rudi dalam Rilis Akhir Tahun 2025 di Kantor BNNP Kaltim, Samarinda, Senin (30/12). 

Selain sabu, BNNP Kaltim juga mengamankan 1.861 gram ganja dan 684 butir pil ekstasi sepanjang tahun ini.

Di sisi deteksi dini, hasil tes urine menunjukkan tren peningkatan rasio positif. Sepanjang 2025, dari 15.720 orang yang menjalani tes urine, sebanyak 176 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan 2024, yakni 155 orang positif dari 18.790 orang yang dites, serta 2023 dengan 112 orang positif dari 12.527 orang.

Pada aspek pemulihan, BNNP Kaltim menangani 179 klien rawat jalan dan 145 klien rawat inap sepanjang 2025. Sementara jangkauan edukasi pencegahan menyasar 65.865 orang, melengkapi sosialisasi dua tahun sebelumnya yang menjangkau lebih dari 230 ribu orang.

Rudi menyebut capaian tersebut diraih di tengah keterbatasan anggaran, personel, dan sarana pendukung. “Dengan keterbatasan anggaran, personel, dan materiil, alhamdulillah hasilnya cukup maksimal," jelasnya. 

"Pengungkapan yang biasanya di bawah tiga kilogram per tahun, kini melonjak ke 42 kilogram. Ini kenaikan yang luar biasa,” ujarnya.

Namun, di balik rekor pengungkapan tersebut, Rudi mengaku prihatin. Besarnya barang bukti yang disita justru menjadi indikasi kuat bahwa ancaman peredaran gelap narkotika di Kalimantan Timur masih sangat tinggi.

“Saya merasa sedih karena penangkapan yang besar berarti barang haram ini masih terus masuk dan jumlah korban berpotensi bertambah,” ucapnya, seperti dikutip dari ANTARA.

Sepanjang 2025, BNNP Kaltim juga mencatat Indeks Kepuasan Layanan masyarakat sebesar 3,72 serta membentuk tujuh Desa Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai garda pencegahan di tingkat komunitas.

Memasuki 2026, BNNP Kaltim akan menginisiasi program “Ananda” (Aksi Nasional Anti-Narkoba) yang berfokus pada edukasi usia dini, dengan mendorong pendidikan antinarkoba masuk ke kurikulum PAUD dan sekolah dasar.

“Kami akan memperkuat benteng pertahanan anak cucu kita melalui edukasi, tanpa mengendurkan penegakan hukum yang tegas,” kata Rudi.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :