EKSPOSKALTIM, Jakarta — Pemerintah menerapkan strategi baru dalam pengelolaan ekonomi makro guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, memaparkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode September 2026 yang menunjukkan tren positif pemulihan kepercayaan investor global.
Hingga pertengahan September 2026, akumulasi aliran modal asing masuk (inflow) ke pasar keuangan domestik telah menembus angka Rp140,7 triliun.
Aliran dana asing tersebut sebagian besar masuk melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) serta Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Pemerintah menilai, salah satu pemicu kuat dari resiliensi ini adalah integrasi kebijakan fiskal dengan badan pengelolaan investasi baru.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa pola koordinasi baru ini berfungsi sebagai stimulus yang efektif bagi sektor riil nasional.
Sinergi antara APBN dan Danantara adalah cakrawala baru pengelolaan ekonomi kita. APBN masuk ke titik-titik krusial ibarat titik refleksi atau akupunktur, yang kemudian dampaknya menjalar ke seluruh perekonomian, jelas Suahasil Nazara dalam paparan publiknya.
Selain mengandalkan modal asing, pemerintah memproyeksikan nilai insentif pajak yang digelontorkan sepanjang tahun 2026 mencapai Rp576 triliun.
Kebijakan keringanan pajak yang setara dengan 2,2% dari PDB ini sengaja didesain untuk memperkuat daya beli riil masyarakat serta mendorong modal kerja pada sektor manufaktur dan pertanian.

