Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis di Jakarta setelah sehari sebelumnya ditutup melemah. Pergerakan mata uang Garuda masih dipengaruhi dinamika dolar AS serta sentimen geopolitik global.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis (12/3), bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.884 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya Rp16.886 per dolar AS.
Sehari sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu, rupiah tercatat melemah 23 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.886 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.863 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pergerakan rupiah masih cenderung fluktuatif di tengah dinamika sentimen global, terutama terkait pergerakan dolar AS dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
“Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan stabil hingga menguat terbatas di tengah dinamika sentimen global. Dari sisi global, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah,” ujarnya.
Menurut dia, meredanya sebagian kekhawatiran pasar terkait eskalasi konflik di kawasan tersebut memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.
Selain itu, koreksi pada indeks dolar AS (DXY) setelah penguatan sebelumnya juga turut menopang pergerakan rupiah. “Pelaku pasar saat ini juga menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat, yang akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve,” kata Amru.
Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari kinerja konsumsi yang masih cukup solid, tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang dilaporkan oleh Bank Indonesia.
Ia menambahkan konsistensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan stabilisasi di pasar valuta asing juga membantu meredam volatilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia sebelumnya tercatat Rp16.867 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.979 per dolar AS. (Ant)


