EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP Negeri 5 Bontang tidak sepenuhnya berjalan mulus pada hari pertama.
Sejumlah kendala teknis sempat muncul, terutama terkait jaringan dan perangkat ujian.
Ketua Panitia TKA, Sari Indrawati, mengaku bahwa gangguan jaringan menjadi faktor utama yang menghambat jalannya ujian.
Akibatnya, beberapa siswa mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan soal sesuai waktu yang ditentukan.
“Karena jaringan sempat bermasalah, jadi ada siswa yang waktunya tidak cukup, terus ada juga beberapa laptop yang mengalami error,” ungkapnya, Kamis, (9/4/2026).?
Meski demikian, panitia segera melakukan penanganan di lapangan. Pertama, perangkat yang bermasalah langsung diganti, agar peserta tetap bisa melanjutkan ujian tanpa harus menunggu lama.
Kemudian, ketika ada perangkat yang terganggu langsung kami ganti, jadi pelaksanaan tetap berjalan.
Gangguan juga sempat dirasakan dua peserta saat mengerjakan mata pelajaran Matematika. Namun, kondisi tersebut telah dimasukkan dalam laporan resmi melalui berita acara pelaksanaan TKA.
“Sebenarnya dampaknya lebih ke waktu pengerjaan saja, bukan hasil ujian,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan Semua kendala kami dokumentasikan, termasuk yang terjadi saat sesi Matematika,” tambahnya.
Sebagai bentuk solusi, sekolah memberikan kelonggaran waktu bagi siswa yang terdampak agar tetap memiliki kesempatan menyelesaikan ujian dengan baik.
Selain persoalan teknis, keterbatasan fasilitas juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk memenuhi kebutuhan perangkat, sekolah memanfaatkan kombinasi komputer yang tersedia dan laptop milik guru.
“Kami menyesuaikan dengan fasilitas yang ada, sebagian pakai komputer sekolah, sebagian lagi menggunakan laptop guru,” katanya.
Memasuki hari kedua, pelaksanaan TKA pada hari berikutnya berlangsung lebih optimal tanpa hambatan berarti.

