EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Setelah diautopsi selama 4 jam, tim autopsi hanya mampu mengeluarkan 48 peluru dari tubuh orangutan yang bernama Kaluhara 2 itu.
Pasalnya, peluru-peluru tersebut sulit ditemukan pada tubuh orangutan ini. Bahkan, adapula yang nyangkut pada tulang saat hendak dicabut atau dikeluarkan.
Tim autopsi yang terdiri dari COP, Polres Bontang, Polres Kutai Timur (Kutim) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memutuskan untuk berhenti mengeluarkan peluru dari tubuh Kaluhara 2.
"Kalau tetap dilanjutkan, akan memakan waktu lebih banyak lagi," kata Manager Perlindungan Habitat Centre for Orangutan Protection (COP) Ramadhani, Rabu (7/2), di area penemuan Kaluhara 2 pertama kali, Kecamatan Teluk Pandan, Kutim.
Berita terkait:
-
Ngerik! 74 Peluru Bersarang di Kepala Orangutan
-
Seekor Orangutan Mati, 130 Butir Peluru Bersarang di Tubuhnya
Terkait penguburan Kaluhara 2, Ramadhani dan tim terlebih dahulu akan melakukan komunikasi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
"Mau dikubur atau mau diola lagi, itu kewenangan teman-teman di BKSDA. Tapi kami tetap mensupport," pungkasnya.
Sebelumnya, jasad primata itu dibawah ke Rumah Sakit Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Bontang pada Selasa (6/2) kemarin untuk dilakukan Rontgen dan Autopsi.
Setelah 2 jam lamanya, sejak pukul 10:30 hingga 01:30 Wita, Rabu (7/2) dini hari, tim autopsi baru berhasil mengeluarkan sebanyak 7 peluru. Setelah itu, proses kembali dilanjutkan hingga pukul 04:30 dan berhasil mengeluarkan sebanyak 48 peluru.
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone
ekspos tv
VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi
ekspos tv
VIDEO: Tanpa Dihadiri Ketua dan Bendahara, DPC Hanura Bontang Jalani Verifikasi Faktual
ekspos tv

