EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Dugaan sementara penyebab kematian orangutan yang ditemukan di Area Taman Nasional Kutai (TNK), Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Selasa (7/2) lalu, yakni adanya infeksi akibat sejumlah luka bekas benturan benda tajam dan tumpul di bagian tubuh dan kepala orangutan tersebut.
Selain itu, ditemukan sebanyak 130 butir peluru bersarang pada orangutan yang bernama Kaluhara 2 tersebut. Jumlah tersebut merupakan rekor terbanyak dalam sejarah konflik antara orangutan dan manusia yang pernah terjadi di Indonesia dengan menggunakan senapan angin.
Sejak tahun 2012 silam hingga 2018 ini, Manager Perlindungan Habitat Centre for Orangutan Protection (COP) Ramadhani mengatakan, baru kali ini menemui orangutan yang menderita tembakan sebanyak 130 butir peluru.
Berita terkait: Ngerik! 74 Peluru Bersarang di Kepala Orangutan
"Ini termasuk rekor Nasional bahkan Internasional," kata Ramadhani dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip, Rabu (7/2).
Menurutnya, lemahnya penyelesaikan kasus dan kurangnya kesadaran masyarakat penyebab kejadian itu terus terulang. Misalnya, Mei 2016 lalu, juga telah terjadi motif kasus yang sama dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari lokasi yang saat ini, namun tidak terungkap hingga sekarang.
"Semestinya kasus ini menjadi hal yang memalukan bagi kita semua di tengah upaya pemerintah melakukan strategi dan rencana aksi konservasi orangutan secara nasional," tuturnya.
Ditegaskannya pula, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepolisian dan KLHK untuk sama-sama mengusut kasus itu. Berdasarkan pengalaman, baru-baru ini pembunuhan orangutan di Kalahien, Kalimantan Tengah bisa terungkap oleh Polda Kalteng, dalam kurun waktu dua minggu lamanya.
"Makanya kami meyakini ini hanya persoalan keseriusan dari pihak penegak hukum dalam menyelesaikan kasus” tukasnya.
Orangutan berjenis kelamin jantan dengan usia 5-7 tahun itu mati pada Selasa (6/2) kemarin, sekira pukul 01:55 Wita. Kedua mata kanan dan kiri buta dikarenakan adanya beberapa peluru disekitar mata. Terdapat 1 lubang diameter 5 mm dipipi kiri.
Baca: DPRD Kaltim: Runway APT Pranoto Harus Cepat Diselesaikan
Selanjutnya, gigi taring bagian bawah sebelah kiri patah. Luka terbuka yang masih baru sebanyak 19 titik diperkirakan akibat benda tajam. Telapak kaki kiri tidak ada dan merupakan luka lama.
Testis kanan terdapat luka sayatan dan bernanah. Lebam daerah paha kiri, dada kanan dan tangan kiri diperkirakan akibat benda tumpul. Serta ditemukan dalam usus besar ada 3 biji buah kelapa sawit juga lambung berisi buah nanas.
Bagian kepala sebanyak 74 peluru bersaran, tangan kanan 9 peluru, tangan kiri 14 peluru, kaki kanan 10 peluru, kaki kiri 6 peluru, dan dada 17 peluru.
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone
ekspos tv
VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi
ekspos tv
VIDEO: Tanpa Dihadiri Ketua dan Bendahara, DPC Hanura Bontang Jalani Verifikasi Faktual
ekspos tv

