PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sekolah Rakyat Palaran Mulai Dihuni, Limbah dan Keselamatan Anak Jadi Sorotan

Home Berita Sekolah Rakyat Palaran Mu ...

Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda akhirnya mulai dihuni ratusan siswa setelah rampung dibangun hanya dalam lima bulan.


Sekolah Rakyat Palaran Mulai Dihuni, Limbah dan Keselamatan Anak Jadi Sorotan
Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda di kompleks asrama permanen, Jalan Stadion Utama Palaran, Jumat (31/7/2026). Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Jalan Stadion Utama Palaran, Jumat (31/7).

Kompleks pendidikan berasrama ini rampung dibangun dalam waktu lima bulan. Di balik megahnya fasilitas baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tak luput memberikan sejumlah catatan krusial.

Sekretaris Daerah Samarinda, Neneng Chamilia Shanti, mengapresiasi kecepatan proyek nasional tersebut. Namun, ia menyoroti keamanan fisik asrama, terutama kawasan tangga yang dinilai rawan. Neneng meminta dipasang penanda visual mencolok di bagian bawah tangga agar anak-anak tidak berisiko terbentur saat beraktivitas.

“Namanya juga anak-anak, kadang saling dorong," ujarnya.

Selain faktor keselamatan, Neneng mendesak penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim, dan Kemensos untuk mengelola lonjakan sampah serta air limbah asrama. Meski begitu, ia memuji program pendidikan gratis yang ditanggung penuh pemerintah pusat ini sebagai investasi SDM masa depan.

"Mungkin tidak sekarang rasanya. 15, 20, atau bakal 25 tahun ke depan ada anak-anak di antara mereka yang bisa seperti saya sekarang. Kita nggak tahu ya, jalan orang,” harap Neneng.

Pada angkatan ini, sebanyak 270 siswa baru mengikuti MPLS. Rinciannya, 222 anak berasal dari Samarinda, sementara 48 anak sisanya berasal dari Kutai Kartanegara, Balikpapan, dan Penajam Paser Utara (PPU). Jumlah penghuni akan terus bertambah dengan masuknya 90 siswa baru susulan serta perpindahan 230 siswa lama dari sekolah rintisan, sehingga totalnya mencapai sekitar 600 anak. Kompleks ini sendiri memiliki kapasitas maksimal hingga 1.080 siswa.

Kapasitas sekolah yang begitu besar membuka peluang emas bagi penanganan masalah sosial. Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda, Arif Surochman, menyebut fasilitas ini sebagai angin segar untuk merangkul anak-anak dari kelompok rentan, termasuk anak jalanan yang terjaring penertiban Satpol PP.

"Salah satu perhatian kami memang anak jalanan. Tahun lalu juga ada yang berasal dari anak jalanan dan ini menjadi salah satu solusi," ujar Arif.

Arif menambahkan, pembinaan tidak dilakukan secara parsial. Dinsos menerjunkan tim untuk merangkul orang tua, ketua RT, hingga guru agar pembinaan berjalan komprehensif.

Mengenai mekanisme perpindahan siswa dari sekolah rintisan ke gedung permanen, Arif menjelaskan bahwa teknisnya diatur penuh oleh kepala sekolah. Sebelum resmi menempati kamar asrama baru, para siswa lama juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

Terkait status lahan, Pemkot Samarinda siap menyerahkan aset seluas 7 hektare tersebut kepada pemerintah pusat.

“Aset tanah ini milik Pemkot dan nantinya akan dihibahkan ke Kemensos. Kami tinggal menunggu arahan, karena sejak awal aset ini memang diperuntukkan bagi Sekolah Rakyat," tegas Arif.

Belajar dari pengalaman di sekolah rintisan tahun lalu di mana sempat ada segelintir siswa tingkat SD dan SMP yang mengundurkan diri, pihaknya terus melakukan evaluasi. Meski persentase siswa keluar terbilang sangat kecil dan mayoritas memilih bertahan, kenyamanan tempat tinggal baru diharapkan meminimalkan angka drop out.

"Namun dengan kondisi bangunan baru dan fasilitas lengkap, saya pikir orang tua mana yang tidak bangga melihat sekolah seperti ini," tutupnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :