EKSPOSKALTIM, Mahulu - Dinas Kesehatan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) targetkan pembagian obat filariasis melalui Program Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga), lebih baik dari tahun lalu yang persentase pencapaiannya hingga 95 persen.
Terkait hal tersebut, Ketua Panitia Program Belkaga Puskesmas Long Bagun, Deby Oktavianto, mengatakan penyaluran obat filariasis tersebut akan dilakukan secara door to door (dari pintu ke pintu) rumah warga.
"Setelah sosialisasi selesai, kami akan langsung membagikan obat filariasis ini ke rumah-rumah warga, juga ke instansi seperti seluruh sekolah dan kantor-kantor. Memang program ini sasarannya seluruh masyaralat sesuai teknis," jelasnya saat di konfirmasi via telepon, Selasa (25/10/2016) pagi.
Ditegaskan Deby, pihak Puskesma Long Bagun tidak akan serta merta langsung membagikan obat filariasis tersebut sebelum memberikan pemahaman pada masyarakat tentang penyakit kaki gajah.
"Kebanyakan masyarakat tidak tau ini obat apa, makanya kami berikan penjelasan terlebih dahulu. Setelahnya kami lakukan pemeriksan, jika kondisi baik maka kami berikan obat filariasis dan memastikan masyarakat untuk meminumnya di depan kami," paparnya.
Kendati demikian, anak dibawah usia 2 tahun, Lansia diatas 70 tahun, Ibu Hamil dan orang yang terserang penyakit keras misalkan jantung, ginjal dan lainnya, itu semua masuk dalam pengecualian untuk mengkonsumsi obat filariasis tersebut.
"Berdasarkan data Puskesmas Kecamatan Long Bagun, sebanyak 9712 orang yang diwajibkan meminum obat tersebut, jadi inilah target kami disini,” tukasnya.
Sementara, dari data yang tidak dianjurkan meminum obat tersebut sebanyak 10.120 orang, karena termasuk lansia diatas 70 tahun, balita dibawah 2 tahun, dan penderita penyakit keras.(Adv)

