EKSPOSKALTIM - Kasus kematian wartawati Juwita kini menemui titik terang setelah penyelidikan mendalam mengungkap fakta mengejutkan. Ketua Tim Advokasi Untuk Keadilan (AUK) Juwita, M. Pazri, bilang Juwita diduga tewas akibat dicekik oleh kekasihnya sendiri, seorang prajurit TNI AL bermama Jumran (J).
Berusaha Menghilangkan Jejak
Menurut Pazri, aksi keji itu diduga dilakukan di dalam mobil. Namun, lokasi pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan. "Sudah ada rekaman CCTV yang memperlihatkan kejadian tersebut," ujar Pazri setelah mendampingi pemeriksaan keluarga korban di Pomal Lanal Banjarmasin.
Prajurit J telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan di Pomal Lanal Banjarmasin untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. Bukti-bukti yang dikumpulkan, termasuk rekaman CCTV dan hasil autopsi yang menunjukkan adanya patah tulang di leher korban.
"Semakin menguatkan dugaan bahwa ini adalah kasus pembunuhan berencana."
Identitas Sengaja Dihapus
Ada sejumlah fakta yang mengindikasikan pembunuhan ini telah direncanakan. Salah satunya adalah perjalanan J dari Balikpapan ke Banjarmasin yang terkesan mencurigakan. Ia membeli tiket pesawat menggunakan nama orang lain. Bahkan merusak KTP-nya untuk menghilangkan jejak.
"Dari awal sudah terlihat ada niat untuk menyamarkan identitas. Tiket pesawat bukan atas namanya sendiri, dan KTP-nya dihancurkan sebelum berangkat," jelas Pazri.
Juwita dan J diketahui berencana menikah pada 23 Mei mendatang. Sang prajurit bahkan sudah melamar korban sebelum kejadian tragis ini terjadi. Namun, tak ada yang menyangka hubungan mereka akan berujung pada kematian Juwita.
Kronologi: Kecelakaan yang Menyimpan Misteri
Awalnya, kematian Juwita diduga akibat kecelakaan tunggal. Ia ditemukan tak bernyawa di tepi jalan menuju Desa Kiram, Banjar, pada Sabtu (22/3), dalam kondisi masih mengenakan helm, sementara motornya terperosok ke semak-semak.
Namun, ada kejanggalan yang membuat pihak kepolisian mencurigai adanya unsur kekerasan. Tubuh korban ditemukan dengan luka di dagu, lebam di punggung serta leher, sementara dompet dan ponselnya hilang. Anehnya, motornya masih berada di lokasi kejadian.
Penyelidikan semakin mengarah ke pembunuhan setelah ditemukan bukti tambahan dari laptop korban. Percakapan terakhirnya dengan J menunjukkan bahwa pria itu mengajaknya bertemu dan bahkan mengirim petunjuk arah sebelum kejadian.
Kini, polisi terus mendalami kasus ini untuk mengungkap motif di balik pembunuhan sadis yang merenggut nyawa Juwita.

