EKSPOSKALTIM, Kutim - Adanya permohonan pengunduran diri dari beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditanggapi dingin oleh pemerintah.
Sebelumnya terdapat sebanyak sembilan orang PNS yang mengajukan surat pengunduran diri karena berasalan jauh dari keluarga. Menurut Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutai Timur (Kutim), Zainuddin Aspan permintaan para pegawai tersebut harus dipending atau ditunda dulu.
“Alasan mereka karena jauh dari keluarga. Ada beberapa pejabat yang diposisikan di Muara Wahau dan Sandaran tidak betah dan ingin dimutasi ke Sangatta lagi. Tapi kita tidak bisa langsung memindahkan, apalagi mereka pejabat eselon, jadi mau tidak mau harus kita pending dulu,” jelas Zainuddin Aspan kepada awak media, Jumat (21/04) kemarin.
Keputusan terkait, kata Zainudin, akan dikeluarkan usai rapat dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) digelar. “Nanti kita akan rapatkan di Baperjakat selanjutnya karena mutasi tidak semudah yang dibayangkan. Bisa saja mereka dipindahkan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berbeda dari yang mereka usulkan karena OPD usulan mereka sedang penuh,” terangnya.
Namun, apabila para pegawai yang mengusulkan dan memaksa ingin mutasi, maka mereka bisa di non-job kan terlebih dahulu. Namun hal tersebut justru yang coba pemerintah hindari. Sebab, Bupati Kutim, Ismunandar, mengatakan non-job sendiri berarti adalah sebuah sanksi jabatan.
Dari informasi yang ada, sebanyak sembilan orang yang mengusulkan surat permohonan untuk mengundurkan diri. Rata-rata para pegawai tersebut memiliki jabatan eselon IV.
Zainuddin menambahkan para PNS bisa lebih bertanggungjawab pada tugas – tugasnya. Apalagi saat pelantikan mereka telah disumpah untuk bersedia ditempatkan dimana saja.
“Mau ditaruh di kecamatan A atau B sudah menjadi konsekuensi dari tugas yang mereka emban sebagai aparatur negara. Jangan sampai latah saat pelantikan dengan menyatakan “siap ditempatkan dimana saja” tapi begitu ditempatkan di daerah terpencil malah menyatakan “siap dikembalikan lagi”,” pungkas Zainudin.

