PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Penerbangan Samarinda-Jakarta Pulih dari Erupsi Krakatau, Perintis Teradang Karhutla

Home Berita Penerbangan Samarinda-jak ...

Gangguan penerbangan di Kalimantan Timur belum sepenuhnya berakhir. Jika rute Samarinda-Jakarta mulai pulih setelah erupsi Gunung Anak Krakatau, penerbangan menuju pedalaman masih tertahan perkara karhutla.


Penerbangan Samarinda-Jakarta Pulih dari Erupsi Krakatau, Perintis Teradang Karhutla
Pengumuman penerbangan dari dan menuju Jakarta sudah pulih. Foto: Ekspos/Bandara APT Pranoto

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Operasional penerbangan di Bandara A.P.T. Pranoto dari dan menuju Jakarta berangsur pulih pascapenutupan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Meskipun penerbangan komersial ke sejumlah pulau luar telah kembali berjalan, gangguan moda udara di Kalimantan Timur (Kaltim) belum sepenuhnya rampung lantaran kendala kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada rute pedalaman.

Kepala Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengonfirmasi bahwa dampak sebaran abu vulkanik pada rute utama saat ini telah terkendali.

"Untuk penerbangan karena dampak gunung meletus sudah normal, yang belum rute Melak dan Datah Dawai dan yang terdampak karhutla," kata I Kadek, Selasa (8/9).

Kategori rute yang masih mengalami hambatan operasional tersebut mencakup sisa penerbangan perintis. Mengenai potensi perubahan jadwal susulan akibat erupsi, pihak bandara menekankan situasi di lapangan masih bergerak dinamis.

"Kalau yang terkait dampak abu vulkanik masih menunggu perkembangan lebih lanjut," ujar Kadek.

Apabila terjadi pembatasan operasional kembali, pihak bandara mengarahkan opsi pengalihan rute (rerouting) ke destinasi alternatif seperti Surabaya atau Yogyakarta secara langsung melalui maskapai. Mekanisme ini bergantung pada ketersediaan kapasitas angkut.

"Kalau masih tersedia seat-nya bisa dialihkan. Tiketnya di-reroute semasih ada seatyang kosong,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Yusliando, menjelaskan bahwa regulasi penanganan dampak darurat penerbangan sepenuhnya berada di bawah kewenangan otoritas pusat dan maskapai. Oleh karena itu, Dishub Kaltim sebatas melakukan pemantauan berkala terhadap dinamika kondisi di lapangan.

Yusliando menjelaskan bahwa pada situasi darurat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan kebebasan kepada pihak maskapai untuk memilih bandara alternatif. Kebijakan ini disesuaikan dengan kebutuhan operasional, jadwal penerbangan, kesiapan armada, hingga pelayanan bagi penumpang terdampak.

“Menteri Perhubungan pun menyampaikan bahwa penutupan bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi sebaran abu vulkanik di udara,” tutup Yusliando kepada EksposKaltim.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :